10 Fakta Tentang Sungai Mahakam

Minggu, 19 Juli 2020

       Tahukah anda betapa unik dan menariknya Sungai Mahakam. Sungai yang bisa kita saksikan dan lihat setiap hari bagi warga Kutai Kartanegara dan sekitarnya. Tapi tidak banyak yang tahu bahwa Sungai Mahakam memiliki sejarah dan fakta-fakta unik. 

       Fakta-fakta inilah yang menjadikan Sungai Mahakam sebagai salah satu tujuan wisata bagi wisatawan yang datang dari dalam maupun luar negeri. Berikut adalah 10 Fakta Unik dan menarik mengenai Sungai Mahakam

1. Nama Mahakam diketahui berasal dari bahasa Sanskerta, yang terbagi dalam dua etimologi, yakni kata Maha dan Kama. Maha sendiri berarti tinggi atau besar. Sedangkan Kama berarti cinta. Artinya, mahakama, dapat diterjemahkan sebagai cinta yang sangat besar atau agung. Sesuai dengan filsafah penduduk asli Kutai bahwa sekali minum air Sungai Mahakam maka akan terpikat hati dan ingin kembali lagi untuk menetap di Kalimantan.

2. Sungai Mahakam merupakan Sungai terpanjang kedua di Indonesia dengan panjang mencapai 192 Km dan Luas sekitar 149.277 Km Persegi. Mahakam menjadi satu dari tiga sungai utama (amat besar dan amat panjang) di Kalimantan. Dia memang kalah panjang dari Sungai Kapuas di Kalimantan Barat yang 1.000 kilometer lebih panjang terutama di bagian muara. 

3. Air Sungai Mahakam bersumber dari Pegunungan Iban yang berada di tengah Pulau Kalimantan, tepatnya di dekat perbatasan Indonesia dengan Serawak, Malaysia. Sungai ini bermuara di Selat Makassar, tepatnya ke arah timur dan tenggara Kota Samarinda. Sungai Mahakam juga menjadi induk dari 13 sungai. Sungai Mahakam memiliki beberapa anak sungai diantaranya adalah Sungai Belayan, Sungai Lawa, Sungai Kedang Kepala, Sungai Telen, dan Sungai Tenggarong. 

4. Habitat bagi Ikan Pesut atau lumba-lumba air tawar yang merupakan binatang khas Sungai Mahakam yang tidak dapat ditemukan di tempat lain. Biasanya ikan pesut berada di antara Muara Kaman hingga Melak. Populasi terbesarnya ada di Muara Pahu. Ikan ini juga hanya muncul pada pagi atau sore hari saja.

5. Sungai Mahakam adalah sumber pemasok air bagi 76 danau yang tersebar di sepanjang aliran sungai. Ada 3 danau besar yang menjadi sumber penghidupan masyarakat sekitar, yaitu Danau Jempang (150 km²), Danau Semayang (130 km²), dan Danau Melintang (110 km²). 

6. Pada musim kemarau Danau Jempang dan Danau Semayang mengering sehingga menjadi pemandangan unik dengan tampaknya daratan yang tadinya diselimuti air menjadi hamparan rumput hijau. Saat ini setiap tahun masyarakat setempat mengadakan festival untuk menarik minat wisatawan untuk datang berkunjung seperti Festival Danau Semayang di Desa Pela.

7. Sejak abad ke 4 Masehi, Sungai Mahakam telah dilintasi para pelaut dari mancanegara, seperti dari India dan Tiongkok yang melakukan aktivitas perdagangan. Hal itu diketahui dari jejak-jejak arkeologi yang ditemukan di Muara Kaman, yang merupakan pusat Kerajaan Kutai Martadipura. Keberadaan Sungai Mahakam sudah dimanfaatkan masyarakat sejak zaman dahulu, tercatat pada zaman Kerajaan Kutai pada tahun 350-400 Masehi dan Kesultanan Kutai Kartanegara dari tahun 1300-1945. 

8. Disamping untuk kegiatan masyarakat, Sungai Mahakam juga dimanfaatkan untuk akses hilir mudik kapal-kapal pembawa material tambang batu bara. Bahkan, pemanfaatan sungai untuk transportasi kapal pembawa batu bara sudah dilakukan sejak tahun 1888 oleh Kesultanan Kutai Kartanegara.

9. Air Sungai Mahakam dimanfaatkan oleh 3 PDAM di tiga daerah yaitu PDAM Kota Samarinda, Kutai Kartanegara dan Kutai Barat. Artinya, Sekitar 3 Juta penduduk dari 3 daerah tersebut setiap hari memakai air sungai Mahakam untuk mandi, mencuci, memasak, bahkan minum (tentu setelah diolah PDAM). Itu belum termasuk berjuta-juta ikan dan binatang lainnya yang hidup di air bahkan di pohon-pohon yang tumbuh di sepanjang daerah alirannya. Tiga daerah inipun kondang dikenal sebagai daerah Tepian Mahakam. Yang identik saat ini memang Samarinda dengan semboyannya Kota Tepian.

10. Saat ini sebagian besar wilayah Tepian sungai Mahakam di tiga daerah ini ditata dengan menarik oleh pemerintah atau penduduk setempat untuk menarik perhatian pengunjung. Menjelang sore hari, puluhan pedagang membuka lapak-lapak makanan dan minuman, beserta dengan tempat duduk untuk bersantai di tepian Sungai Mahakam. Saat matahari akan terbenam, kawasan tepi sungai akan semakin ramai dikunjungi orang, karena menikmati panorama senja di tepi Sungai Mahakam memiliki daya tarik tersendiri bagi pengunjung.

Demikian 10 Fakta Unik dan Menarik mengenai Sungai Mahakam, semoga menambah pengetahuan dan kecintaan kita pada daerah kita, Kutai Kartanegara tercinta.

Simpan sebagai :

Berita terkait :