Begasing Ramaikan Tenggarong Fair II

Senin, 1 Oktober 2018

     Selama sepekan Festival Kota Raja (FKR) ke VII berlangsung dan banyak permainan tadisional Kutai yang akan di pertandingkan di pusat kegiatan yaitu di halaman Parkir Stadion Rondong Demang Tenggarong. Tepat depan pentas kesenian Tenggarong Fair II, berlangsung berbagai macam permainan tradisional Kutai yaitu Begasing.


     Permainan gasing sangat di gemari Anak-anak hingga orang dewasa menyukai permainan tradisional ini. Melalui Festival Kota Raja (FKR) VII di Tenggarong, permainan gasing kembali diperkenalkan. Masyarakat bisa menyaksikan langsung berbagai jenis gasing dan ikut bertanding di Tenggarong Fair II, di halaman parkir Stadion Rondong Demang.


     Komunitas Keroan Begasing Kutai hadir mempertahankan permainan tradisional yang nyaris punah. "Anak-anak sekarang lebih menyukai gadget, padahal gasing ini tak sekadar permainan, tapi juga olahraga ketangkasan, dan pada Festival Kota Raja (FKR) ke VII kali ini mengundang para pelajar untuk ikut serta dalam meramaikan ulang tahun Kota Tenggarong.


     Untuk di ketahui bahwa Gasing sendiri dibuat dari kayu Banggeris. Proses pembuatannya cukup singkat hanya berlangsung 10 menit jika menggunakan mesin bubut. Namun kalau dibuat melalui proses manual memakan waktu hingga satu hari. Pemilihan bahan baku dari kayu Banggeris ini memiliki karekteristik lebih kuat dibandingkan dengan kayu ulin. Maklum, permainan gasing aduan ini harus mengutamakan kekuatan agar gasing tidak mudah pecah saat dibenturkan. Jenis kayu banggeris ini sendiri dibedakan lagi 3 macam, yakni tanduk, lilin dan jeltang. Jenis tanduk ini memiliki kualitas lebih bagus, tak heran kalau gasing jenis ini dibandrol harga lumayan mahal. Permainan ini tak pernah lepas dari tali untuk memutar gasing. Tali ini bisa terbuat dari kulit kayu jomok, rafia hingga akar kayu.

Simpan sebagai :

Berita terkait :