Berlimbur

Senin, 30 Juli 2018

Ribuan masyarakat dari berbagai daerah berkumpul di tenggarong untuk mengikuti proses Berlimbur di Tenggarong, terlebih lagi yang terpusat di Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, karna berlangsung banyak prosesi adat sebagai penanda puncaknya Erau.
Bersamaan dengan rombongan Keraton yang membawa Naga Bini dan Naga Laki ke Kutai Lama. Di depan Keraton Kutai, beberapa rangkaian ritual dilaksanakan dimulai dengan beumban, begorok, rangga titi, dan berakhir dengan Belimbur, Dalam rangkaian ritual yang dilaksanakan, Belimbur merupakan acara puncak dari rangkaian ritual ini. Dalam ritul Belimbur, seluruh masyarakat antusias mengikuti Belimbur dengan suka cita dan keceriaan sambil basah-basahan. Hal ini juga menjadi ajang masyarakat untuk memperkuat tali silaturahmi antar warga dengan berpartisipasi dalam ritual Belimbur.
Pada masa sekarang, tradisi Belimbur berkembang menjadi suatu rangkaian acara Erau yang paling ditunggu oleh masyarakat dengan suka cita, bukan hanya masyarakat local yang menyambut suka cita Belimbur, tetapi juga ada warga asing atau wisatawan mancanegara yang berpartisifasi dalam peserta Erau Adat Kutai dan The 6Th International Folk Arts And Festival (EIFAF) tahun 2018, maupun wisatawan mancanegara yang memang khusus datang ke Kabupaten Kutai Kartanegara untuk berkunjung sangat antusias menyambut momen Belimbur.
Belimbur dilakukan setelah prosesi Mengulur Naga selesai. Saat Kapal pembawa naga kembali ke Tenggarong dan di semua kampong / desa yang di lewati terjadi acara belimbur massal sebagai unsur kehidupan. Belimbur bermakna penyucian diri dari pengaruh jahat sehingga orang orang yang di limbur kembali suci dan menambah semangat dalam membangun daerah, serta lingkungan dan sekitarnya juga bersih dari pengaruh jahat.
Belimbur sebagaimana Maklumat Sultan Kutai ke-XX H Adji Mohammad Salehoeddin II, ditetapkan dari Kepala Benua, Tengah Benua dan Buntut Benua. "Yaitu sepanjang Jalan Mangkurawang, Jalan AM Sangaji, Jalan Awang Long Senopati, Jalan Pangeran Diponegoro, Jalan Jendral Sudirman, Jalan KH Akhmad Muchsin, Jalan Woltermonginsidi, dan diakhiri pada pukul 14.00 Wita," ucap APHK Poeger.

Simpan sebagai :

Berita terkait :