Desa Muara Enggelam Bangkit Dari Pandemi Covid-19

Selasa, 10 Nopember 2020

       Berupaya bangkit dari Pandemi Covid-19, Desa Muara Enggelam (Mueng), Kecamatan Muara Wis, fokus menjadi desa wisata unggulan di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Desa yang tidak memiliki daratan ini, membuat terobosan wisata air dan rumah rakit serta rumah warna – warni di Hulu Mahakam. Meski letaknya jauh di pedalaman, desa ini pernah mengharumkan nama Kukar dan mendapat penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dengan kreatifitasnya menghias dengan menarik pintu masuk desa. Sejak menjadi pemenang lomba Festival Gapura Cinta Negeri 2019 lalu, desa Muara Enggelam kian dikenal masyarakat sekitar maupun luar daerah.

       Dampak Covid-19 yang paling terasa adalah ekonomi warga. Agar perekonomian bangkit, Desa Muara Enggelam mulai fokus untuk menjadi desa wisata unggulan. Meski jaraknya jauh, tapi bukan tidak mungkin Muara Enggelam menjadi ikonik Kutai Kartanegara.

       Salah satu inisiatif yang dicanangkan perangkat desa, adalah menyulap semua rumah rakit menjadi kampung warna-warni. Tata desa akan dibentuk semenarik mungkin, sesuai kebutuhan spot foto instagramable. Selain itu, ada pula masakan khas Kutai dan penginapan dengan harga yang terjangkau. Warga juga menyiapkan ces atau perahu kecil untuk wisatawan yang hobi mancing.

       Dimasa Pandemi covid-19, desa Muara Enggelam mengajak seluruh masyarakat sekitar untuk ikut andil dalam kegiatan-kegiatan yang dilaksanaan selama pandemi berlangsung. Para pemuda desa pun diajak untuk mengelola Muara Enggelam. Usulan semua pemuda ditampung oleh perangkat desa dan dirapatkan di balai desa bersama semua warga. Asal tidak melenceng dari aturan protokol kesehatan, maka perangkat desa sepakat mengadakan kegiatan bermanfaat selama masa pandemi.

       Sekretaris Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Muara Enggelam, Ramsyah melalui media lokal menuturkan “baru-baru ini (Agustus 2020) Muara Enggelam menggelar lomba puisi untuk anak-anak SD dan SMP. Anak-anak menyambut gembira, menanti lomba dan hadiah yang menarik. Dari pagi sampai malam mereka menunggu, pakai masker dan jaga jarak. Mereka ikuti semua peraturan,” sebutnya. 

Simpan sebagai :

Berita terkait :