Dialog Wisata di Desa Jembayan

Rabu, 3 April 2019


      Dialog Wisata di Desa Jembayan tepatnya di SMPN 2 Kecamatan Loa Kulu. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Dinas Pariwisata Kab Kutai Kartanegara sebagai upaya memperkenalkan pariwisata Kutai Kartanegara kepada para pelajar, dengan narasumber Bapak Triyatma (Kasi Promosi) Dinas Pariwisata, dan di dampingi Kasi Analisis Pasar Pariwisata Gunawan wibisono. SSTP


      Adapun materi yang di bahas diantaranya pengenalan kerajaan kutai martadipura (420 – 1035 m). Pada akhir abad iv dan awal abad V di muara kaman berdiri sebuah kerajaan kutai / kerajaan kutai martadipura yang oleh masyarakat secara nasional  mengakui dan mempercayai bahwa kerajaan hindu tertua di nusantara/indonesia. Bukti adanya kerajaan di Muara Kaman, pertama melalui berita dari Negara Cina, Pada abad ix telah menjalin hubungan dagang antara kerajaan martadipura dengan negeri cina bahwa berita tersebut antara lain menyebut-nyebut daerah tujuan perdagangan mereka dengan istilah kho-thay (bahasa cina), thay artinya besar kho artinya tanah negeri pusat jadi kho – thay berarti negeri besar (kerajaan besar). Selain itu orang india menyebut daerah tujuan perdagangan mereka dengan istilah quetairy yang artinya hutan belantara. Pendapat ini bukan untuk nama etnis/identitasnya melainkan teritori atau kawasan. Kedua ditemukannya prasasti yupa, pada tahun 1880 m pada masa pemerintahan kesultanan kutai kartanegara ing martadipura di perintah oleh sultan adji muhammad sulaiman di masa kekuasaan hindia – belanda ada 4 orang ilmuwan/sejarawan yang telah menemukan 4 buah prasasti di bukit brubus desa muara kaman dengan menggunakan huruf pallawa dan berbahasa sansekerta.


      Pada tahun 1939 m di temukan lagi oleh ilmuwan graham irwin m. ada 3 buah prasasti di bukit brubus desa muara kaman  yang juga menggunakan huruf  pallawa dan berbahasa sansekerta, dari ke tujuh prasasti benda cagar budaya tersebut saat ini tersimpan di museum nasional Jakarta. Dengan diketemukannya 7 buah prasasti yupa dengan huruf pallawa dan berbahasa sansekerta di bukit brubus muara kaman tempat dikenalinya huruf (aksara) pertama kali di nusantara, hal ini menunjukkan muara kaman merupakan tonggak sejarah peradaban manusia dari belum mengenal tulisan menjadi peradaban manusia yang mengenal tulisan atau dari zaman prasejarah menjadi zaman sejarah.


     Berlanjut pada akhir seson tanya jawab yang berlangsung sangat antusias, di karnakan ada hadiah khusu yang telah disiapkan bagi pelajar yang dapat menjawab pertanyaan mengenai pariwisata Kutai Kartanegara yang telah disampaikan pemateri. 

Simpan sebagai :

Berita terkait :