Festival Seni Tradisi Mecaq Undat Di Desa Lung Anai

Senin, 3 Nopember 2014

Tradisi perayaan panen terus dilestarikan oleh suku Dayak Kenyah hingga saat ini, yaitu dengan pelaksanaan upacara Adat mencaq undat Desa Lung Anai Kecamatan Loa Kulu Kab. Kutai Kartanegara, yang dilaksanakan mulai tanggal 18 -19 Juni 2014. Yang diikuti oleh 3 (tiga) Desa, yaitu Desa Leqak Kidau, Desa Sungai Bawang Dan Desa Lung Anai yang juga menjadi tuan rumah dalam perayaan adat tersebut. Sepanjang jalan desa dipasang hiasan dari guratan kayu bewarna-warni hingga lapangan tempat dihelatnya pesta panen.

Dihalaman sekolah tempat pembukaan berlangsung, yang dibuka oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Parwisata Kutai Kartanegara Dra. Sri Wahyuni. MPP. Acara tersebut juga dihadiri oleh unsur Muspida Kecamatan Loa Kulu dan kepala-Kepala Adat serta masyarakat desa Lung Anai.


dalam Sambutannya Kepal Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara Dra. Sri Wahyuni. MPP mengatakan bahwa Mecak Undat ini harus terus di lestarikan dan di gali atau di explore dari kebudayaannya, masyarakatnya, bagaimana penyajian pengolahan dan penyajian makanan secara bersama - sama, dan orang lain bisa belajar bagaimana tarian - tarian dayak kenyah, apa maknanya, apa perbedaan topi yang di kenakan oleh kepala adat dan anggota masyarakat, hukum - hukum adat yang berlaku di lung anai, ini yang harus terus di jaga dan di pelihara, bahwa pada hari ini kita melakukan pesta adat pesta panen, ini juga merupkan silaturahmi dari kita untuk saling berkunjung. beliau juga mengatakan ketika semua berkomitmen untuk menjaga tradisi adat budaya tentu kita mulai secara bertahap dari yang kecil. di ketahui bahwa ini adalah tahun kedua, pada tahun lalu di laksanakan di Lekak Kidau, ada wisatatawan ada pengunjung yang datang bersama - sama kita, tahun ini di lung anai. kami berencana juga menawarkan apabila nanti lamin adat sudah di bangun, maka pesta panen tidak hanya di lakukan oleh wilayah Kutai saja, kita bisa membuat sebuah event yang namanya Festival Pedalaman Kalimantan Timur, dan sebelum sampai kesana kita hurus siap dulu seperti adanya lamin adat, adanya alat musik yang lengkap, adanya kerajinan yang siap di tampilkan, ada olah raga tradisional, ada banyak penari, pemusik, ragam tarian yang di tampilkan pada upacara adat.   

setelah memberikan sambutan dilanjutkan dengan pemukulan gong, Puncak acara dari pesta panen ini adalah menumbuk beras yang sudah dimasukkan ke dalam lesung sepanjang sepuluh meter. Menggunakan elu, kayu sepanjang dua meter, masyarakat menumbuk beras hingga menjadi tepung.



Dibutuhkan waktu hingga 15 menit untuk menumbuk beras hingga menjadi tepung. Proses selanjutnya adalah Meko Undat, beberapa orang wanita mengayak tepung lalu dimasukkan ke dalam bambu muda berisi tepung yang nantinya dibakar hingga matang. Makanan yang sudah matang, makanan dari tepung beras yang disebut Undat Ao, lalu dibagikan kepada para undangan yang hadir,

Setelah itu acara dilanjutkan dengan lomba olahraga tradisional Menyumpit, dan beberapa undangan yang hadir dipersilahkan  untuk menyumpit, sumpit sendiri digunakan oleh Suku dayak sebagai alat berburu dan berperang, anak sumpit yang bahasa dayak disebut Damek, memiliki racun yang mematikan sebab diolah dari 150 jenis getah kayu, yang kalau terkena manusia dalam 5 detik bisa meninggal dan tidak ada penawarnya, namun uniknya racun tersebut apabila di sumpitkan kepada  binatang buruan yang akan dimakan maka racun tersebut tidak berbahaya dimakan manusia.

Dalam acara Mecaq Undat Ini, bukan hanya pesta panen yang dilaksanakan tetapi ada pertandingan olah raga tradisonal, yaitu menyumpit, Gasing dan Lomba Menari yang di ikuti anak-anak, sampai orang tua ikut berpartisipasi dalam lomba tersebut.

Mecaq undat tak hanya sebagai ungkapan rasa sukur masayarakat Dayak kepada para pemberi rezeki, namun kebersamaan dan gotong royong dalam pelaksanaan pesta ini memberikan makna yang dalam dari sekedar pesta panen.

Simpan sebagai :

Berita terkait :