Gubang Art Community Dan Peserta BSBI

Minggu, 14 Juli 2019

       Setelah beberapa bulan menimba ilmu tari daerah bersama Gubang Art Community, pada malam ini mereka tampil berkolaborasi menampilkan persembahan terbaiknya di panggung Tenggarong Fair 2019. Sebagai koreografer Ancha Hariyansa, penata musik Achmad fauzi, penari Ana dari Serbia, Ines dari Jerman, Fernanda dari Kolombia, dan dari Indonesia Dhita, Merlina, Putri, Sandi, Randa, Pian.

     Tampilan pertama Dengan membawakan tari Datun Bangen Tawai, dengan sinopsi tarian yang mengjarkan untuk selalu menjaga keseimbangan terhadap alam tradisi dan manusi untuk keberlangsungan hidup. Kepekaanku menebar hawa, menyibakkan kedamaian dari tanah tuha dengan eksotikanya bersinergi aliran sungai Mahakam seiring alunan dawai sampe menyatukan rasa karsa cinta pada alam rimba raya Kalimantan.

     Tampilan selanjutnya dengan koreografer Ancha Hariyansa, penata musik Achmad fauzi dengan para penari dari peserta BSBI Dima dari Fiji, Monika dari Kiribati, Fatma dari Ajerbaizan, Era dari Bangladesh, perwakilan Indonesia Randa, Sandi, Pian, Dhita, Merlina, Putri. Membawakan tari Jepen Bekebur.

       Tarian Jepen Bekebur ini menceritakan tentang rutinitas keseharian masyarakat tepian dimana kegiatan bekebur atau bekebas diyakini membersihkan kotoran, membersihkan debu serta roh jahat yang biasanya dilakukan pagi hari atau menjelang tidur malam. Garapan bekebur mengajarkan betapa pentingnya nilai – nilai kebersihan itu dalam kehidupan karena agamapun mengajarkan tentang hal tersebut, garapan ini juga menghadirkan symbol symbol yang ada di sekitar masyarakat kita dengan bersendikan agama agar terjaga tatanan kehidupan yang bernilai tradisi guna mengakarkan kebijakan hidup yang tiada rentang batas waktu untuk bersih jiwa raga.

Simpan sebagai :

Berita terkait :