Hari Tanpa Bayangan

Minggu, 24 Maret 2019


 
     Peringatan Hari Tanpa Bayangan yang telah terlaksana dan terjadwal di kalender event Dinas Pariwisata Kab Kutai Kartanegara, Acara ini juga diikuti dan di hadiri Kabid dan Kasi Dinas Pariwisata Kab Kutai Kartanegara, beserta ratusan warga dan Saka Pariwisata yang telah melaksanakan kegiatan perkemahan selama dua hari di Tugu Equator Marang Kayu.

   
    Dalam geografis khatulistiwa ( bahasa arab ) dan equator ( bahasa inggris ) merupakan sebuah garis imajinasi yang di gambar di tengah planet di antara dua kutub dan pararel terhadap poros rotasi planet. Garis khatulistiwa ini membagi bumi menjadi dua bagian belahan bumi utara dan belahan bumi selatan. Equator di sebut juga khatulistiwa. Thugu Khatulistiwa Santan Ulu atau Equator Santan Ulu adalah sebuah Tugu penanda garis imajiner khatulistiwa yang berlokasi diatas bukit yang tidak jauh dari pinggir jalan raya Bontang – Samarinda Km 25 Santan Ulu Kabupaten Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur. Tugu ini didirikan pada tahun 1993 oleh suatu kegiatan yang di namakan Karya Bakti LATSIRTADA ( Latihan Integrasi Taruna Wetda Nusantara ) yang di resmikan oleh Panglima ABRI Jendral TNI Faisal Tanjung.

Adapun pada tahun 2010/2011 Tugu Equator tersebut di renovasi oleh PT. Kaltim Methanol Industri dan Kodim 0908/BTG.

    Didesa Santan Ulu ini kita dapat menikmati fenomena hari tanpa bayangan, secara ilmiah hari tanpa bayangan sebagai Transit Utama yakni saat matahari berada di titik Zenith sebuah tempat atau biasa di sebut Kulmulasi jika di sebuah tempat tersebut terjadi hari tanpa bayangan maka matahari tengah singgah tepat di titik atas wilayah tersebut. Fenomena tersebut memang tak pengaruh apa – apa, akan tetapi di Indonesia hanya terjadi di beberapa titik Kulmulasi matahari atau Ekinos, terjadi setahun dua kali tepatnya pada tanggal 21 – 23 maret dan 21 – 24 September.  

Simpan sebagai :

Berita terkait :