Mengenal Nasi Bekepor, Makanan Khas Kutai

Jumat, 30 April 2021

       Di Kutai Kartanegara hingga kini tak sulit menemukan nasi bekepor, hidangan ini seolah sudah menjadi sajian harian. Tapi tahukah Anda kalau dahulu nasi bekepor hanya bisa disantap para bangsawan kerajaan? Nasi ini berawal dari zaman Kerajaan Kutai Kartanegara. Nasi dengan berbagai lauk ini disajikan sebagai hidangan istimewa. Nasi bekepor juga dihidangkan saat Raja Kutai mendapat kunjungan tamu istimewa. Saat itu, rakyat biasa tidak bisa menyantapnya. Nasi bekepor diolah dari beras yang dimasak dengan minyak sayur, rempah dan potongan ikan asin. Semua bahan ini dimasak bersama dalam sebuah kuali besar / sekarang lebih sering menggunakan panci tradisional (kenceng).

       Bahan bakar kayu membuat nasi ini lebih tanak dan terasa pulen dengan aroma harum dari asap kayu bakar.  Nasi bekepor juga dihidangkan dengan berbagai lauk pelengkap seperti daging hangus yakni daging bumbu kecap, sayur gangan asam serta sambal.  Ada juga beberapa lauk unik yang kerap disajikan dengan nasi bekepor ini. Misalnya sayur terong, ikan jelawat dan gence ruan yakni sambal goreng khas Kalimantan Timur.

       Untuk membuat nasi bekepor, beras yang sudah dicampur minyak kemudian dimasak dalam kenceng atau wadah perunggu yang ditaruh di atas bara api. Wadah ini kemudian diputar-putar sambil dibacakan shalawat. Teknik memutar inilah yang disebut bekepor.  Saat nasi sudah hampir masak, ditambahkan daun kemangi, cabai, ikan goreng kering dan air jeruk nipis. Proses memasak secara tradisional ini setidaknya membutuhkan waktu minimal 45 menit. 

       Karena disajikan untuk Raja, dahulu nasi bekepor dimasak dalam kenceng logam yang terbuat dari emas. Konon katanya, nasi dalam logam emas ini akan tetap hangat dalam waktu lama. 

      Di Kutai sendiri nasi bekepor masih mudah ditemui, beberapa warung makan khas Kalimantan Timur menghadirkan nasi bekepor sebagai hidangan utama terutama saat bulan Ramadhan seperti saat ini. 

Simpan sebagai :

Berita terkait :