Nutuk Beham Di Desa Kedang Ipil

Jumat, 26 April 2019

    Festival Adat Nutuk Beham, Panen Raya Kutai Adat Lawas, di Balai Desa Kedang Ipil, Kecamatan Kota Bangun,  yamg telah terjadwal dalam  Kalender Even Dinas Pariwisata Kab Kutai Kartanegara. Acara yang berlangsung selama tiga hari ini dimulai  dari Tanggal 26 s/d 28 April 2019. Nutuk Beham merupakan acara adat dalam rangka merayakan keberhasilan panen, Nutuk Beham di laksanakan sekali dalam setahun, yakni saat panen muda ( prapanen / panen awal ). Dalam acara ini warga bergotong royong untuk melaksanakan seluruh rangkaian acara mulai dari proses pembuatan tikar dari pandan hutan yang di pergunakan sebagai alas untuk menumbuk baham, lesung untuk menumbuk baham, memotong padi ketan muda untuk baham, merontok padi ketan muda untuk baham, di rendam minimal 1 malam, diangkat lalu ditiriskan, kemudaian di sangrai, lalu didinginkan kemudian di haluskan dengan cara di tumbuk menggunakan alu dan lesung sebanyak 2 tahap, berikutnya akan di buat menjadi kue ketan ( wajik / bongkal baham ).

     Kemudaian Kue ketan akan di bacakan doa terlebih dahulu sebelum disantap bersama oleh semua warga yang hadir dalam acara tersebut. Acara puncak adat Nutuk Beham berlangsung pada tanggal 28 April dalam upaya pelestarian salah satu tradisi dan budaya Kutai Adat Lawas. Acara diawali dengan ritual penyambutan Rombongan Bupati Kutai Kartanegara yg diwakili Dinas Pariwisata oleh Bapak Drs. Witontro. Selaku Kepala Bidang Pemasaran Wisata dengan didampingi oleh OPD terkait dan unsur Muspika Kecamatan Kota Bangun. Dilanjutkan dengan peninjauan prosesi Nutuk Beham, kemudian seremoni acara Nutuk Beham, ritual adat Mam'mang dan di tutup dengan acara Beseprah.


    Keunikan yang ada pada proses nutuk beham adalah penggunakan lesung yang dibuat dari batang pohon cempedak dan diatur sedemikian rupa diatas panggung. Warga secara bergantian dan berkelompok mulai menumbuk atau menutuk beham dan pada saat alu di tumbukkan, lesung mengeluarkan bunyi khas dan berirama sesuai kekuatan yang menumbukkan alu pada lesung.


    Untuk di ketahui Desa Kedang Ipil merupakan sebuah desa yang menjadi cikal bakal suku Kutai yang kemudian menyebar kemana-mana. Masyarakat desa Kedang Ipil hidup dari bercocok tanam padi dan sayur mayur serta buah-buahan. Kegiatan bercocok tanam padi pun hanya untuk dikonsumsi sendiri dengan memanfaatkan ladang berpindah dilahan berbukit dengan cara ngasak atau nugal atau yang dikenal dengan cara menabur benih secara langsung tanpa penyemaian dengan waktu cocok tanam pada bulan September sampai dengan bulan November dan dipanen sekitar empat sampai lima bulan kemudian.

Simpan sebagai :

Berita terkait :