Pagelaran Seni Budaya Peserta Beasiswa Seni Budaya Indonesia (BSBI)

Selasa, 26 Juni 2018


      Program BSBI yang telah dimulai sejak tahun 2003 dan telah memasuki tahun ke-16 serta menghasilkan 776 alumni dari 69 negara serta ditahun 2018 ada 72 pemuda dari 44 negara, 12 orang diantaranya telah belajar di Kutai Kartanegara.
Untuk diketahui, 12 peserta BSBI yang belajar di Kutai Kartanegara yaitu Amkha Innila (Laos), Ye Min Htun (Myanmar), Aldren Alferez (Filipina), Boston Naralyev (Kirgistan), Chihiro Kobayashi (Jepang) dan Nevana Bogicevic (Serbia). Kemudian Carolina Priego Sanchez (Spanyol), Roussos Kasiotakis (Yunani), Felicia Jeanine Soekartini Somoredjo (Suriname), Tahni Atariin (Kiribati), Timoci Mataitoga (Fiji), serta Widi Kusumawardhani (Jakarta-Indonesia). 

     Selama tiga bulan mempelajari seni budaya di Kutai Kartanegara, peserta BSBI sangat fokus dan konsentrasi mempelajari tari dan alat musik tradisional Kutai Kartanegara."Progresnya selama 3 bulan mereka belajar banyak tentang Kutai Kartanegara termasuk kehidupannya, mereka mengujungi pasar malam juga mencoba kuliner khas," jelas Ancah ketua Yayasan Gubang.

      Telah berlangsung Pagelaran Seni Budaya Kutai Kartanegara, di gedung Puteri Karang Melenu (PKM) Tenggarong Seberang, peserta Beasiswa Seni Budaya Indonesia (BSBI) yang bertajuk "The Colours of Beautiful Indonesia". Di ketahui selama tiga bulan para pemuda ini belajar di Kota Raja Tenggarong, Kutai Kartanegara, di bawah asuhan Yayasan Gubang di Tenggarong ditunjuk sebagai mitra Kemenlu dalam menyiapkan segala fasilitas untuk para pemuda ini belajar seni budaya Kutai.

    Para pelajar ini menampilkan tarian Jepen dan Dayak, juga memainkan musik tingkilan yang telah di aransemen serta membaca tarsul, pagelaran seni ini disaksikan masyarakat umum. Puncaknya, para pelajar ini nantinya akan tampil dalam acara Indonesian Channel di Jakarta bersama peserta BSBI lainnya dari 6 daerah yakni Padang, Banyuwangi, Yogya, Makassar, Bali dan Kutai Kartanegara dan Mereka akan menampilkan semua yang telah dipelajari di daerah masing-masing.
    Selama ini selain belajar di Yayasan Gubang, peserta program BSBI juga mempelajari Bahasa Indonesia di kampus Unikarta, dan belajar seni Dayak Benuaq di sanggar seni Pokan Takaq. Para pemuda ini juga mengunjungi SLB dan SMA Negeri 1 Tenggarong untuk mempelajari bagaimana pendidikan di Indonesia, sekaligus mempromosikan bahwa Kemenlu punya program yang bisa menjembatani Indonesia ke negara lain.




Simpan sebagai :

Berita terkait :