Panen Padi Apung Di Desa Wisata Muara Enggelam

Senin, 22 Maret 2021

       Warga desa Muara Enggelam, Kabupaten Kutai Kartanegara, berinisiatif menyiasati potensi alamnya dengan mengembangkan tanam padi di atas permukaan air. Pasalnya hampir seluruh area di desa tersebut dikelilingi air. Inovasi ini dikembangkan atas inisiatif mandiri Kelompok Informasi Masyarakat KIM Bersinar Desaku Desa Muara Enggelam bekerjasama dengan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Panji Sejahtera Tenggarong.

       Bingkai media tanam ini terbuat dari bambu dan jaring buatan sendiri. Media tanam lapisan tanah kurang lebih 5 cm di atas jaring. Lalu media tanam bambu yang sudah ditanami padi berukuran 2 x 6 meter ditempatkan pada air tenang agar menghindari gelombang. Nantinya pengembangan dari menanam padi media apung ini akan dilakukan demplot (metode penyuluhan kepada petani) agar bisa dijadikan contoh untuk pengembangannya. Ini merupakan langkah yang baik untuk masyarakat disana dalam memenuhi sumber karbohidrat di desa Muara Enggelam. Perbedaan padi apung dengan padi lain hanya terletak pada medianya saja. Dan teknik padi terapung juga sangat menguntungkan karena tidak terpengaruh apabila terjadi banjir. Dalam pengembanganya, padi apung di muara enggelam telah memanfaatkan bibit padi serai kuning yang merupakan bibit lokal Kukar.

       Selain menguntungkan dari segi penanamnya, padi apung ini juga terhitung cepat masa panennya. Dan hal ini sangat berguna bagi wilayah kecamatan Kukar yang khususnya berada di wilayah pingiran sungai. Padi apung ini di perkirakan dalam jangka waktu 100 hingga 120 hari bisa di panen. Metode ini sangat mungkin dikembangkan di beberapa wilayah Kecamatan Kukar khususnya di wilayah pinggiran sungai.

Simpan sebagai :

Berita terkait :