PEMBUKAAN FESTIVAL EIFAF 2017

Senin, 24 Juli 2017

Seremonial Pembukaan Festival Kesenian rakyat Internasional ke 5 dalam rangka Erau Adat Kutai 2017 yang mengusung Tema “Melalui Erau Adat Kutai dan Internasional Folk art Festival Kita Lestarikan Budaya Daerah dalam Rangka Pergaulan Budaya antar Bangsa guna mendukung kemajuan Pemerintah Daerah dan Nasional telah  berlangsung  Minggu 23 Juli 2017  bertempat di Stadion Rondong Demang Tenggarong dan di buka oleh Menteri Hukum dan Ham RI bapak Yasonna H laoly. Dihadiri oleh Sekjen Asean Mr. Le Luong Minh, para Duta Besar yaitu Republik Seychelles Nico Barito, Afganistan, Austria, Bosnia Hersegovina, Cili, Egif, Irak, Korea Demokratik People Republik, Libia, Maroko, Serbia, Turki, Vanama, Sri Langka, USA, Kazastan dan Myarmar. Presiden CIOFF  Indonesia Said Rachmat, Direktur Jaringan Kota Pusaka Indonesia, Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Provinsi Kaltim, Pangdam 6 Mulawarman, Ketua BPK Provinsi Kaltim, Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Kukar, Bupati Kutai Timur,  Wakil Bupati Kutai Kartanegara, Ketua / anggota DPRD Provinsi Kaltim, Ketua / anggota DPRD  Kab Kukar, Kepala OPD Provinsi Kaltim, Kepala OPD Kab kutai Kartanegara  Putra Mahkota Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Para Raja dan Sultan Kerajaan Nusantara Indonesia yang hadir yaitu, Puteri Anom Tabanan, Keraton Kawitan Amarta Bumi Kesultanan Bulungan, Bangsawan Tarumanegara Pakua Keraton Belige Madura, Keraton Paser Belengkong, dan Kedaton agung dipuncak Nurlampung,  Pemerintah Kota Yogyakarta, Kabupaten Paser, Sleman, Bantul, Gunung Kidul,  Kulon Progo Malang dan Bone, tokoh masyarakat, Bankaltim, 3 perusahaan sponsorship, dan  Official serta  seluruh peserta partisipan CIOFF.


Acara Pembukaan Festival EIFAF 2017, yaitu dimulai dengan Tradisi Tepong Tawar oleh Kesultanan Kutai Kartanegara untuk tamu maupun pejabat pemerintah sebelum  memasuki  Stadion Rondong Demang,  Parade 9 negara peserta Festival Kesenian Rakyat Internasional, Tampilan Musik Gerbang Etam Mini Orchhestra dengan composer Ahmad Fauzi dengan  16 personil menyanyikan lagu Kalimantan dan Begenjoh, Dilanjutkan Persembahan Tari Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura yaitu Tari Puteri Karang Melenu dengan 20 penari  yang didukung oleh 15 pemusik,  Kemudian menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, Pembacaan Doa oleh Bapak H Ali S.Ag. M.Pd, Dilanjutkan Sambutan Rita Widyasari Bupati Kutai Kartanegara, Sambutan Nico Barito Perwakilan Duta Besar, Sambutan Profesor Awang Faroek Ishak Gubernur Provinsi Kalimantan Timur, dan Sambutan Yasonna H Laoly Menteri Hukum dan Ham RI sekaligus secara resmi membuka Festival Kesenian Rakyat Internasional ke 5 Dalam rangka Erau Kutai 2017, Menyalakan tujuh buah  brong ( Obor Besar ), serta di akhiri penampilan tari kolosal yaitu Persembahan tarian Masal “Bena Budaya Etam”.
Parade 9 negara peserta EIFAF 2017,  diawali penampilan Marching Band Gita persada Mulawarman SMA Negeri  1 Tenggarong  yang dipimpin oleh Arum Jati Mulatsih M.Pd, diketuai Rizki Ramadhan dan  dilatih oleh Telabang organizer serta didukung 50 personil.  Menampilkan Lagu Viva La Vida, Nasi Bekepor dan Aku Bernyanyi. Dilanjutkan oleh pembawa bendera Merah putih, bendera CIOFF dan bendera Panji Kutai Kartanegara, Kemudian penampilan pertama dari Delegasi Bulgaria, nama kelompok Ensemble Folklkoria, Direktor Evelina Pavlova dengan jumlah delegasi 27 orang yang membawa tarian Shopluk. Penampilan kedua dari Delegasi China Taipei, nama kelompok Joy Dance Culture and Art Group, Direktor wei Chi – yen dengan jumlah delegasi 25 orang yang membawa tarian Red Cantean. Penampilan ketiga dari Delegasi India, nama kelompok Han Om Culture Academy,  Direktor Shah Rajesh Ramanial dengan jumlah delegasi           25 orang yang membawa tarian Krishna Lila. . Penampilan keempat dari Delegasi Jepang , nama kelompok Zi Pang and STJ,  Direktor  Hiroyuki Hayashida dengan jumlah delegasi 13  orang yang membawa tarian Permainan tradisional Drum “Taiko” yang diiringi Suling Bambu”Yokobue”. Penampilan kelima dari Delegasi Korea Selatan, nama kelompok Yoon Minsook Dance Company,  Direktor  Yun Min Sook dengan jumlah delegasi 16  orang yang membawa tarian Taepyung – Mu (Peace Dance). Penampilan keenam dari Delegasi Polandia, nama kelompok Wilko Polanie,  Direktor  Piotr Kuika dengan jumlah delegasi 25  orang yang membawa tarian dari wilayah Pegunungan Beskid di Kawasan Selatan. Penampilan ketujuh dari Delegasi Slovakia, nama kelompok Elena Kubalova,  Direktor  Elena Kubainya dengan jumlah delegasi 24  orang yang membawa tarian Trencin Dolinecka. Penampilan kedelapan dari Delegasi Thailand, nama kelompok Nakhon Ratchasima rajabhat Unvercity,  Direktor   Watcharakiattisak Wilawan dengan jumlah delegasi 26  orang yang membawa tarianDrum Tom Tom.
Dalam sambutannya Rita Widyasari, mengatakan “…Penghelatan budaya merupakan penyejuk / dahaga bagi masyarakat, baik itu seniman, pelaku industri pariwisata dan turut juga niat baik memajukan sektor pariwisata di Kukar terkhusus ekonomi kreatif yang ada di daerah ini dan cita cita kami dalam memberikan rasa bahagia bagi masyarakat itu adalah tugas kami karena pariwisata merupakan juga tonggak di Visi dan Misi kami di Gerbang Raja. Bahwa Pariwisata kedepan harus menjadi salah satu sektor utama penyumbang Devisa bagi Daerah”.  Kemudian Yasonna H laoly Menteri Hukum dan Ham RI, dalam sambutannya “..Kebahagiaan tersendiri bagi saya dapat hadir di tengah tengah masyarakat Kukar dan dapat menyaksikan gelar budaya yang begitu terasa kental di daerah ini. Hal lain yang membanggakan Pemkab Kukar begitu bersungguh sungguh untuk melestarikan dan memajukan seni budaya nya tidak hanya dalam skala nasional tapi juga dalam skala internasional. Pada kesempatan ini saya mengucapkan selamat kepada Bupati Kukar, karena festival budaya ini merupakan festival Budaya Terpopuler di tanah air pada Anugerah Pesona Indonesia Tahun 2016”.



Simpan sebagai :

Berita terkait :