Penabalan Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura XXI

Sabtu, 15 Desember 2018

Sejarah baru terukir di Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, pada hari Sabtu tanggal 15 Desember 2018, telah berlangsung acara Penabalan Putra Mahkota Adji Pangeran Prabu Anum Surya Adiningrat akan dinobatkan sebagai Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura XXI di Kedaton Kesutanan Kutai atau Museum Mulawarman Tenggarong.


Setelah wafatnya Ayahanda almarhum Sultan Adji Muhammad Salehuddin II, maka anak beliau yang bernama Drs Adji Muhammad Arifin Praboe, Msi. Akan melanjutkan tahta ayahanda dengan gelar Sultan Adji Muhammad Arifin. Di ketahui bahwa sehari sebelumnya pada hari jumat telah dilaksanakan prosesi Beluluh yang mana Putra putra mahkota duduk di balai bambu bertingkat yang digunakan sebagai singgasana dalam upacara ini. Balai bambu ini diletakkan di atas lukisan tambak karang, yakni lukisan yang dibuat dari kumpulan beras warna-warni, tujuan Prosesi ini dilakukan untuk mengusir unsur jahat di sekeliling putra mahkota. Upacara ini juga sering dimaknai sebagai penyucian diri dan setelah prosesi beluluh selesai, tambak karang diperebutkan oleh masyarakat, karna masyarakat meyakini beras warna-warni di atas gulungan tikar itu akan membawa keberkahan.


Untuk melaksanakan Penobatan maka pihak – pihak terkait seperti Pemkab Kukar, Dinas Pariwisata Kukar dan Pihak Kesultanan telah berkoordinasi untuk meminjam Benda pusaka peninggalan Kesultanan Kutai yaitu Ketopong dan Pedang yang berada di Museum Nasional Jakarta. Dan di bawa serta di kawal langsung oleh Kepala Museum nasional Siswanto.


Benda pusaka ini digunakan langsung dalam prosesi penabalan atau penobatan sultan. Dua benda pusaka itu adalah ketopong dan pedang. Menteri Kelestarian Nilai Adat Kesultanan Kutai, Adji Pangeran Haryo Kusumo Puger, menjelaskan, proses peminjaman benda pusaka ini sudah berjalan satu bulan yang lalu. Sudah ada kesepakatan bahwa penabalan dilaksanakan 15 Desember, ada penandatanganan nota kesepahaman antara Plt Bupati Kutai Kartanegara dan Dirjen Kebudayaan. Kemarin, petugas Dinas Pariwisata dengan dua kerabat kesultanan yang mewakili menjemput pusaka itu ke Museum  Nasional di Jakarta. "Sampai di sini diambil prosesi tempong tawar karena benda ini sangat sakral dan bersejarah yang hanya kami gunakan pada saat acara penabalan sejak Sultan AM Sulaiman, Sultan Alimuddin, Sultan Parikesit, Sultan Aji Salehuddin II sampai Yang Mulia Putra Mahkota akan dinabalkan besok (hari ini) harus menggunakan keaslian dari benda pusaka itu sendiri.


Saat prosesi penobatan, Sultan Kutai XXI mengenakan baju kebesarannya sembari menggunakan ketopong atau mahkota di kepala. Setelah menyampaikan ikrar sembari mengangkat keris, Sultan Kutai XXI segera mengajak seluruh masyarakatnya untuk makan di samping kiri gedung Museum Mulawarman. Seluruh tenda menyediakan makanan dan minuman gratis buat masyarakat. Ratusan warga segera menyerbu tenda makanan dan minuman. Nasi kebuli, nasi kuning, serabai, lemang, bubur kacang ijo. Pesta rakyat juga dimeriahkan dengan pentas seni budaya yang diisi dari beberapa sanggar tari di Kukar, serta atraksi seni yang dipersembahkan dari beberapa paguyuban di Kukar.

Simpan sebagai :

Berita terkait :