Pengamanan Protokol Kesehatan Di Objek Wisata Saat Libur Lebaran

Selasa, 18 Mei 2021

       Berbagai antisipasi dari potensi membludaknya wisatawan di Tenggarong khususnya saat masa-masa lebaran usai sudah dilakukan. Bahkan berkoordinasi dengan pihak pengelola tempat wisata yang dijalankan swasta. Karena memang sejauh ini, baru sektor swasta yang diizinkan buka. Milik pemerintah kabupaten (Pemkab) Kukar belum buka sama sekali. Hasilnya, komunikasi berjalan dengan baik. Pengelola siap dan memastikan penerapan protokol kesehatan (Prokes) dijalankan sesuai aturan yang dibuat. Karena memang demi kebaikan mereka sendiri. Karena sanksi cukup tegas bagi pengelola yang enggan memperhatikan penerapan prokes. “Pelan-pelan usaha UKM dan pariwisata bangkit kembali,” ujar Fida Hurasani, yang merupakan Kasatpol PP Kukar belum lama ini.

        Dengan artian, ini menjadi solusi terbaik bagi pemerintah maupun pengelola tempat wisata. Pengelola harus turut aktif jika memang terjadi penumpukan pengunjung, agar bisa terkontrol kunjungannya. Langkah lainnya yaitu memastikan pengunjung tidak lebih dari 50 persen kapasitas maksimal. Dengan melakukan sterilisasi tempat-tempat yang terindikasi sering terjadi sentuhan pengunjung, pengelola diharapkan sesering mungkin melakukan penyemprotan cairan disinfektan di tempat wisata miliknya. Namun sejauh pantauan dan hasil laporan yang diterima, tempat wisata di Tenggarong tampak sepi dibanding sebelum pandemi. “Memang (sudah) ada kesadaran masyarakat untuk mengurangi mobilisasinya juga ada,” ujar Fida.

Simpan sebagai :

Berita terkait :