Peringatan Hari Jadi Kota Tenggarong Ke - 236

Jumat, 28 September 2018

      Hari jadi kota Tenggarong di peringati setiap tahunnya dan kali ini sudah menginjak yang ke 236, diperingati Pemkab Kutai Kartanegara (Kukar) dengan melaksanakan ziarah ke makam Aji Imbut atau Sultan AM Muslihuddin, pendiri Tenggarong pada 28 September 1782 silam. Kegiatan ini dihadiri Plt Bupati Kutai Kartanegara Drs. Edi Damansyah, M. Si., Putra Mahkota HAP Adipati Praboe Anoem Soerya Adiningrat, Ketua DPRD Kutai Kartanegara beserta pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah lainnya.

      Ziarah yang berlangsung khidmat ini ditandai dengan tabur bunga dan peletakan Bunga Lompo, yakni karangan bunga dari anyaman daun pandan berbentuk persegi panjang, di atas makam Aji Imbut. Sebelumnya dibacakan riwayat berdirinya kota Tenggarong oleh Camat Tenggarong.


     Dalam riwayat singkat tersebut, Sejarah kota Tengggarong dimulai ketika Aji Imbut gelar Sultan Aji Muhammad Muslihuddin memindahkan ibukota Kesultanan Kutai Kartanegara ke Tepian Pandan pada tanggal 28 September 1782. Perpindahan ini dilakukan untuk menghilangkan pengaruh kenangan pahit masa pemerintahan Aji Kado dan Pemarangan dianggap telah kehilangan tuahnya. Nama Tepian Pandan kemudian diubah menjadi Tangga Arung yang berarti Rumah Raja, lama-kelamaan Tangga Arung lebih populer dengan sebutan Tenggarong dan tetap bertahan hingga kini.


     Plt Bupati Kutai Kartanegara Drs. Edi Damansyah, M. Si., dalam kesempatannya kedepan Pemkab Kukar akan menjadikan Tenggarong sebagai kota yang di lengkapi sarana dan prasarana kota yang memadai. Selain itu kota ini juga akan di kembangkan menjadi pusat pariwisata, ekonomi, budarya dan pusat investasi yang penting di masa depan.

     Usai pelaksanaan ziarah di makam Aji Imbut, rangkaian peringatan hari jadi Tenggarong dilanjutkan dengan Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kukar dengan agenda penyampaian pidato Bupati Kartanegara dalam rangka peringatan HUT kota Tenggarong.


Simpan sebagai :

Berita terkait :