Peringatan Hari Tanpa Bayangan

Senin, 23 Maret 2015

Kegiatan yang terjadwal di Kalender Event Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara, yaitu salah salah satunya kegiatan Memperingati Hari Tanpa Bayangan yang di peringati di Marang Kayu di desa santan ulu yang berlangsung pada tanggal 22 Maret 2015. Acara ini juga diikuti dan di hadiri ratusan warga dan Saka Pariwisata yang telah melaksanakan kegiatan perkemahan selama dua hari di Tugu Equator Marang Kayu.

Acara yang di mulai pada pukul 10.00 pagi hari di awali dengan pelantikan saka pariwisata Marang kayu. Setelah pelantikan saka pariwisata marang kayu, acara berlanjut dengan sambutan dari Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara Dra. Sri Wahyuni. MPP. Beliau mengucapkan sukur untuk pertama kalinya saka pariwisata dapat hadir untuk melaksanakan detik – detik tanpa bayangan, yang hanya dapat di saksikan di tugu Equator dan hanya dapat disaksikan di lokasi – lokasi dimana lokasi tersebut tercatat sebagai garis lintasan imajiner katulistiwa atau di muka bumi tercatat sebagai garis yang di lalui 0° equator, beliau menyebutkan tidak semua daerah di muka bumi ini berada di titik 0° dan kita bersukur Kabupaten Kutai Kartanegara khususnya di desa Santan ulu, kecamatan Marang kayu. Pada tanggal 21 – 23 Maret dan 21 – 23 September ini merupakan puncak penomena kulminasi titik ketika matahari berada diatas bumi dan detik – detik menjelang pukul 12. 00. tanggal tersebut tidak terlihat bayangan di lokasi lintasan 0°.

Untuk menghidupkan menggairahkan semangat kepramukaan di kalangan generasi muda, kemudian yang kedua kita menghidupkan Tugu Equator sebagai salah satu obyek wisata yang unik, menarik, yang bisa merekam peristiwa penomena alam yang ada di belahan bumi.

Pada ajang pertemuan ini juga menjadi ajang silaturahmi yang dapat bisa saling meng informasi, saling bertukar pikiran, tanggapan terhadap kegiatan Saka Pariwisata, maupun pengembangan objek wisata wilayah Tugu Equator yang ada di santan ulu ini. Mungkin tidak banyak yang mengetahui bahwa tugu Equator ini tidak sertamerta di bangun tanpa sebuah pebnelitian yang panjang dan saya berusaha menggali informasi bahwa awal mula di temukannya 0° bahwa dari peneliti yang bekerja di perusahaan Kaltim Metanol Industri yang berada di Kota Bontang dan kita mengapresiasi kita bersukur bahwa temuan yang di lakukan oleh peneliti yang berasal dari Jepang yang juga merupakan karyawan perusahaan ini yang kemudian bisa meyakinkan pihak perusahaan dan pada akhirnya di lakukan pengecekan dan setelah di benarkan bahwa lokasi ini adalah lintasan 0° garis imajiner Equator maka daerah ini dapat di bangun Tugu Equator, di ketahui bawa Tugu Equator ini di bangun pada tahun 1993 di resmikan oleh Panglima TNI Bapak Paisal Tanjung, yang atas inisiatif pihak TNI Kodim Bontang dan pada saat itu ada kegiatan Latsitarda dari mahasiswa STPDN. Dan kemudian Tahun 2010 Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari. S.Sos. MM., beserta Dandim Bontang, Dandim Tenggarong, dan pihak terkait lainnya, melakukan renopasi kembali untuk Tugu Equator ini.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara Dra. Sri Wahyuni. MPP., Mengharapkan bahwa Tugu Equator ini tentu tidak hanya menjadi bangunan yang tidak memiliki daya tarik tetapi kita ingin  Tugu Equator ini menjadi pusat informasi bagi Santan Ulu tentang peristiwa titik kulminasi baik yang terjadi di Kalimantan Timur Indonesia maupun di negara – negara lainnya.

Terkahir Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Dra. Sri Wahyuni. MPP., mengucapkan terimaksih atas kerjasamanya yang baik atas pelaksanaan kegiatan peringan hari tanpa bayangan dan para pelaku seni daerah yang turut hadir berpartisifasi dan di harapkan kedepan kita dapat bersama merancang kegiatan ioni lebih semarak lagi.

Ucapan selamat juga di berikan kepada dewan saka Kecamatan Marang Kayu kami menitipkan objek wisata Tugu Equator ini menjadi tempat berlatih dan beraktifitas saka pariwisata di kecamatan Marang Kayu dan tidak meutup kemungkinan tempat ini juga bisa menjadi .

Dra. Sri Wahyuni. MPP., juga menyampaikan dan mengajak untuk menyaksikan yang telah terjadwal di Kalender Event, dengan menginformasikan bahwa di Tenggaropng ada kegiatan pada tanggal 4 April 2015, akan ada peristiwa gerhana bulan total bisa datang ke Planetarium Tenggarong, Tanggal 16 April 2015 ada Lomba Karya Tulis dan Foto Selfie tentang Planetarium yang bertema I Love Planetarium. Dan pada bulan Juni kegiatan besar pesta budaya yang di lakukan di Tenggarong Kutai Kartanegara, Festival Budaya Erau dengan nama Erau Adat Kutai dan International Folk Art Festival, jadi upacara adat erau di dalam keraton dan di luar keraton ada pentas seni, ada lomba olahraga tradisional Kutai, Expo, Pasar rakyat, yang berlangsung tanggal 6 – 14 Juni 2015 dan tahun ini akan di ikuti oleh 17 group dari 16 negara yang akan hadir. Kita akan melihat kesenian kita akan tampil bersama  kesenian yang berasal dari luar.

Simpan sebagai :

Berita terkait :