Peserta Beasiswa Seni dan Budaya (BSBI) 2019 Ke Sekolah dan Pesantren Di Kutai Kartanegara

Senin, 29 Juli 2019

    Hari ini program Beasiswa Seni dan Budaya ( BSBI ) 2019 bersama Dinas Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara berkesempatan mengunjungi beberapa SMU, SMK dan Pesantren yang ada di Kecamatan Tenggarong Seberang, Loa Kulu dan Loa Janan. Para peserta program Beasiswa Seni dan Budaya ( BSBI ) 2019 turut melakukan kegiatan Dialog Wisata secara langsung tentang kepariwisataan di Kutai Kartanegara. Di damping dari pihak Dinas Pariwisata Kab Kutai Kartanegara, peserta BSBI ini berkomunikasi langsung dengan para pelajar, dan para pelajar yang hadir juga  sangat antusias menyambut mereka dan mendengarkan mereka berbagi pengalaman mereka selama berada di Kutai Kartanegara.

    Drs. Triyatma dan Gunawan yang turut hadir dalam pendampingan bersama peserta BSBI memberikan sedikit pemaparan sebelum masuk ke Tanya jawab antar peserta BSBI dan pelajar. Beliau menjelaskan pentingnya pengetahuan Sapta Pesona. Sapta pesona memiliki logo yang dilambangkan dengan matahari yang bersinar sebanyak tujuh unsur yang maknanya aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah, kenangan.

     Lebih lanjut pak gunawan menambahkan langsung ke contohnya seperti Aman dengan aksi tidak mengganggu kenyamanan wisatawan, menolong dan melindungi wisatawan, menunjukkan sifat bersahabat dengan wisatawan, serta memelihara keamanan lingkungan. Tertib bentuk aksinya bisa berupa mewujudkan budaya antri, memelihara lingkungan dengan tata aturan yang berlaku, disiplin. Bersih bentuk aksinya bisa dengan tidak membuang sampah di sembarang tempat, menjaga kebersihan destinasi wisata, menyiapkan sajian makan dan minuman yang higienis. Sejuk berupa aksi melaksanakan penghijauan dengan menanam pohon, memelihara penghijauan di obyek dan daya tarik wisata. Indah bisa melalui aksi menata tempat tinggal secara teratur, menjaga karakter kelokalan, menjaga keindahan vegetasi tanaman hias. Ramah dengan aksi bersikap sebagai tuan rumah yang baik, siap bantu wisatawan dengan memberi informasi tentang adat istiadat secara sopan. Dan terakhir Kenangan bisa melalui aksi dengan menggali dan mengangkat keunikan budaya lokal, menyajikan makanan dan minuman khas lokal yang bersih, sehat dan menarik.

      Mahasiswa Beasiswa Seni dan Budaya ( BSBI ), Ricardus William Djee Wau dari Indonesia, Nguyen Tai Loc dari Vietnam, Son Rina dari Kamboja, Raymart Dinoy Degamodari Filipina, Fatma Yusifova dari Azerbaijan, Era Chakma dari Bangladesh, Ines Laila Hildegard Mathilde Konelia Heimes dari Jerman, Ana Dobricic dari Serbia, Luisa Fernanda Montoya Forero dari Kolombia, Pedro Antonio de Sausa Saltao dari Portugal, Monika Rikita dari Kiribati, dan Adi Makelesi Tikoivuda Vakaliwaliwa dari Negara Fizi. ini akan kembali kenegaranya masing-masing di awal bulan Agustus. Nantinya dinegaranya mereka akan berbagi pengalaman mereka selama mereka berada di Kutai Kartanegara.

Simpan sebagai :

Berita terkait :