Pesta Adat Panen Ketan Muda Dusun Putak Desa Loa Duri Ilir

Kamis, 21 Maret 2019


       Kembali terlaksana kegiatan Pesta Panen Padi Ketan Muda dalam rangka "Ngetooq Ngotamp Parai Puluut Manguur" yang di laksanakan oleh masyarakat Dusun Putak di Desa Loa Duri Ilir Kecamatan Loajanan, yang pelaksanaanya bertepatan dengan pase bercocok tanam yaitu pase panen padi ketan muda. Pesta Panen ini di hadiri dan di buka langsung oleh Kepala Dinas Pariwisata Kab Kutai Kartanegara Dra. Sriwahyuni. MPP. bersama unsur Muspika Loa Janan, Managemen Perusahaan ABK beserta mitra kerja (Program Kebudayaan) selaku Pembina adat budaya Dusun Putak, dan Para Pemuka Adat serta tokoh masyarakat Desa Loa Duri Ilir.


       Dalam kesempatannya Kepala Dinas Pariwisata Kab Kutai Kartanegara Dra. Sriwahyuni. MPP. menyampaikan dalam sambutannya bahwa "Biasanya CSR Perusahaan membangun infrastruktur, namun disini berbeda. Disini ada pembangunan kebudayaan dan pembangunan sumberdaya manusia (SDM). Saya mengapresiasi perusahaan yang ada di Kecamatan Loa Janan yang konsen terhadap pelestarian budaya lokal yang ada di Kutai Kartanegara ini. Seperti ABK dan Mitra kerja, diuraikannya, budaya lokal yang mulai terkikis ini jika tidak ada yang peduli melestarikan, dipastikan kebudayaan yang ada di lingkungan warga akan hilang. Selain itu pihaknya mengapresiasi petani yang ada di Dusun Putak yang masih berladang padi. Ia menaruh harapan agar tahun depan bisa meningkatkan produktivitas padi yang selama ini digeluti.


     Dilanjutkan dengan pemaparan Manajer CSR PT ABK, Agung Hasanudin, mengatakan padi yang ditanam oleh masyarakat setempat adalah padi Varietas Serai dan Mayas. Padi khusus di lahan kering ini berbeda dengan varietas padi yang ditanam di lahan basah seperti sawah. Proses panennya juga berbeda, masyarakat Dusun Putak memanen padi dengan menggunakan ani-ani, yakni memetik helai demi helai.


     Untuk di ketahui bahwa setiap tahunnya didemonstrasikan proses pembuatan baham oleh warga. Yaitu makanan tradisional adat dayak yang terbuat dari ketan yang sengaja dipetik waktu masih muda namun sudah berisi, ketan yang dipanen itu kemudian disangrai bersama kulitnya. Setelah matang kemudian ditumbuk menggunakan lesung. Selanjutnya ditapis dan dibersihkan dari kulitnya. Kemudian dicampur dengan gula merah dan parutan kelapa. Makanan inilah sebagai sajian tradisional yang disuguhkan kepada pengunjung yang hadir pada saat panen raya itu.



Simpan sebagai :

Berita terkait :