Rakornis Pariwisata Mengusung Tema Pengembangan Desa Wisata

Jumat, 4 Juni 2021

       Setelah dibuka secara resmi hari Rabu malam (2/4), pada hari Kamis (3/4) pagi, acara inti rakornis dimulai. Setelah seluruh peserta melakukan registrasi dan memasuki ruangan dengan protokol kesehatan yang ketat, acara dimulai dengan pemateri-pemateri yang memang sudah dijadwalkan akan mengisi acara di setiap sesi yang diberikan. Pada sesi pertama, Kementerian PPN/Bappenas memberikan materi tentang pengembangan pariwisata di kawasan IKN (Ibu Kota Negara) dan Pra Kondisi Pariwisata di Daerah penyangga IKN. Pemateri sesi selanjutnya dari Kemenparakraf yang membahas tentang pengembangan desa wisata. 

       Dalam acara tersebut, Kementrian Kominfo melalui perwakilannya menyampaikan tentang Desa Wisata dan Desa Digital yang dikenal dengan singkatan Dewi dan Dedi. Desa wisata akan berkembang serta semakin maju dengan teknologi digital sebagai penunjangnya yaitu desa digital. Perkembangan teknologi semakin maju sehingga setiap desa harus segera bisa mengimbangi perkembangan teknologi supaya setiap desa wisata kedepannya akan terus mempunyai nilai jual lebih bagi wisatawan yang berkunjung. Dinas Pariwisata Provinsi melalui Kepala Dinas, Dra. Sri Wahyuni MPP juga menyampaikan materi tentang pemberdayaan pokdariws (kelompok sadar wisata) untuk penguatan desa wisata di Kalimantan Timur sebelum rehat menjelang siang.

       Setelah rehat, acara dilanjutkan lagi pukul 13.30 siang dengan pemateri yang telah dijadwalkan per sesi nya. Sesi pertama setelah rehat disampaikan oleh Bappeda Provinsi Kalimantan Timur dengan tema arah kebijakan pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif bagi pemulihan pandemi di Kalimantan Timur. Sesi selanjutnya disampaikan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa yang membahas tentang kebijakan pengembangan desa wisata di Kalimantan Timur. Dinas PU juga mengisi materi selanjutnya mengenai dukungan pengembangan infrastruktur di kawasan pariwisata Kaltim untuk menunjang aksesibilitas menuju desa wisata. Selanjutnya sesi yang berhubungan dengan akses jalan melalui Dinas Perhubungan tentang dukungan sarana prasarana perhubungan di kawasan pariwisata untuk menunjang aksesibilitas menuju desa wisata. Sesi terakhir jelang rehat sore disampaikan oleh Dinas Kehutanan dengan tema dukungan pengelolaan hutan untuk kawasan pariwisata dan desa wisata. Acara selanjutnya akan dilaksanakan pada malam hari setelah rehat sore menjelang malam.

Simpan sebagai :

Berita terkait :