Sejarah Singkat : Masa Kepemimpinan Sultan Aji Muhammad Sulaiman (Bagian 1)

Minggu, 29 Nopember 2020

       Foto Sultan Aji Muhammad Sulaiman bersama Residen Boers beserta asisten residen, putra mahkota dan para pangeran (Aji Pangeran Sosronegoro, Aji Pangeran Mangkunegoro, dll.) dalam sebuah acara di Kedaton Kesultanan Kutai Kartanegara, Tenggarong, tahun 1898. 

       Pada tahun 1853, pemerintah Hindia Belanda menempatkan J. Zwager sebagai Assisten Residen di Samarinda. Saat itu kekuatan politik dan ekonomi masih berada dalam genggaman Sultan A.M. Sulaiman (1850-1899). Tahun 1855, Kesultanan Kutai termasuk sebagai bagian dari de zuid- en oosterafdeeling van Borneo. Pada tahun 1863, kerajaan Kutai Kartanegara kembali mengadakan perjanjian dengan Belanda. Dalam perjanjian itu disepakati bahwa Kerajaan Kutai Kartanegara menjadi bagian dari Pemerintahan Hindia Belanda.

       Sosok Sultan AM Sulaiman menurut pandangan seorang naturalist dan explorer Carl Bock (1845-1932) asal Norwegia menyimpulkan bahwa sultan berprilaku sederhana, murah hati dan dekat serta dicintai rakyat.

       Selama memerintah itu Sultan AM Sulaiman memiliki sifat demokratis yang dilandasi musyawarah dan mufakat serta berpegang teguh pada hukum syara’ dan adat budaya leluhur sebagaimana tersurat dalam Kitab Panji Selaten (Undang-Undang Dasar Negara Kutai Kartanegara).

       Karena keperihatinan terhadap hak-hak manusia sejak tahun 1873 melarang perdagangan manusia sebagai orang tebusan dan menghapuskan perbudakan di wilayah Kerajaan Kutai Kartanegara dan memerintahkan perbaikan nasib para budak tersebut.

       Pada 1874 pembangunan Masjid Jami atas perintah Sultan AM Sulaiman telah selesai sebagai pengganti Mesjid Agung yang dibakar Belanda pada 6 April 1844 sewaktu armada t’Hooft menyerang Kota Tenggarong.

       Selain itu, setiap tahun menyediakan dana yang besar untuk memberangkatkan rakyatnya ke Tanah Suci Mekkah untuk menunaikan ibadah haji bahkan mambangun Asrama Haji di Saudi Arabia untuk memberikan pelayanan bagi jemaah haji dari tanah air.

Simpan sebagai :

Berita terkait :