Sosialisasi Proses Pengusulan Kota Kreatif Indonesia Kedalam Unesco Creative Cities Network ( UCCN ) / Jejaring Kota Kreatif

Jumat, 14 Juni 2019

     Dinas Pariwisata Kab Kutai Kartanegara melaksanakan kegiatan Pembahasan mengenai peningkatan Badan Ekonomi Kreatif di Gedung Bappeda pada tangga 13 Juni 2019 guna mewujudkan model panutan (Role Model) Kabupaten / Kota (KaTa) kreatif Indonesia khususnya di Kabupaten Kutai Kartanegara yang berkaitan dengan peningkatan kepariwisataan menyangkut event-event maupun budaya Kutai Kartanegara.


    Hadir langsung dalam kegiatan ini yaitu Dra. Sri Wahyuni. MPP., selaku Kepala Dinas Pariwisata Kab Kutai Kartanegara, sebagai salah satu narasumber yang di dampingi Drs. Witontro., Kepala Bidang Pemasaran Wisata pada Dinas Pariwisata Kab Kutai Kartanegara.
Dalam pemaparanya ibu Dra. Sri Wahyuni. MPP. menyampaikan UNESCO Creative Cities Network (UCCN) / Jejaring Kota Kreatif UNESCO bertujuan utk mempromosikan kerjasama dengan dan diantara kota-kota yg mengakui kreatifitas sebagai faktor strategis pembangunan berkelanjutan dalam hal aspek ekonomi, sosial, budaya dan lingkungan. Dengan bergabungnya ke dalam jejaring, kota-kota berkomitmen untuk berbagi best practices dan membangun komitmen yg melibatkan sektor publik, swasta dan masyarakat dalam rangka mengembangkan komitmen yg mempromosikan kreativitas dan industri budaya, memperkuat partisipasi ekonomi kehidupan budaya dan mengintegrasikan budaya dalam rencana pembangunan perkotaan.


Partisipasi Indonesia pada program UCCN atau Jejaring Kota Kreatif UNESCO dan field category di bawahnya merujuk dan diselaraskan pada Sistem Ekonomi Kreatif Nasional. Penilaian Mandiri Kabupaten / Kota Kreatif Indonesia (PMK3I) oleh Brekraf adalah sebagai prasyarat sebelum bergabung dalam UCCN. Terdapat 55 Kab/Kota telah mengikuti proses uji petik PMK3I dan Kabupaten Kutai Kartanegara masuk nominasi 10 Kab/Kota Kreatif Indonesia, yang akan diseleksi kembali menjadi 4 Kab/Kota Kreatif terpilih sebagai Role Model Kab/Kota Kreatif Indonesia. Sedangkan Kab. Kutai Kartanegara sendiri juga telah bergabung dalam Indonesia Creative Cities Network (ICCN) sejak thn 2015 dalam deklarasinya di Solo pd tgl 25 Oktober yg lalu.


     Melalui Komisi Nasional Indonesia utk UNESCO (KNIU) Kemendikbud, Kab. Kutai Kartanegara mempunyai peluang utk bergabung dalam UCCN. Namun tentunya perlu kerja besar dan dukungan semua pihak serta perlu membentuk Tim Manajemen Dossier yg terdiri dr 4 aktor pelaku ekonomi kreatif (quadruple-helix) yaitu pemerintah, pelaku bisnis, komunitas dan akademisi untuk penyiapan pengajuan tersebut.

Simpan sebagai :

Berita terkait :