Street Performance Latvia Dan Mesir

Senin, 3 Nopember 2014


 Berbagai kegiatan seni yang di tampilkan oleh ke sebelas negara anggota CIOFF, diantaranya Street Performence yang stiap harinya di laksanakan didepan Kantor Bupati Kutai Kartanegara, tepatnya dibawah jembatan Kutai Kartanegara, biasanya setiap hari di tampilkan dua negara yang berpartisipasi dalam acara Street Performance, yang  merupakan rangkaian acara Erau Adat Kutai dan International Folk art Festival  yaitu Negara Latvia dan Mesir. Diawali penampilan dari delegasi Latvia yang menyuguhkan  beberapa tarian yang dibawakan para pemuda dan gadis Latvia, gerakan tarian mengambarkan bahwa pada jaman dahulu warga Latvia tinggal di daerah india, tapi mereka memutuskan untuk pindah dan perjalanan mereka berakhir di lautan baltik, sehingga disebut juga lautan amber. Tema tarian ini adalah laut membeku di musim dingin. Suasana pun semakin ramai dan sesekali penonton bertepuk tangan atas penampilan mereka yang mengagumkan, sedangkan tarian selanjutnya menggambarkan ketika musim dingin tiba orang-orang Latvia akan menari dan meloncat tinggi agar tetap hangat, tetapi anak-anak perempuan Latvia bukan hanya memberikan sarung tangan saja tapi juga kasih sayang  para penari yang berjumlah 11 orang yang tergabung dalam group tari Zelta Seitins yang didirikan pada tahun 1958. Tidak mau ketinggalan para seniman dari perwakilan Indonesia dari Kota Raja Tenggarong yang tergabung dalam sanggar tari Adilla ikut menyamarakan suasana Street Performance yang membawakan tarian jepen lewang begenjoh, tarian ini menggambarkan tentang ungkapan kegembiraan saat pesta panen, sedangkan begenjoh sendiri dalam arti bahasa kutai bersenang-senang, yang dibawakan secara apik dan dinamis, diakhir pertunjukan para penari mengajak penonton untuk menari jepen bersama. Diakhir Street Performance, giliran delegasi mesir yang tidak mau ketinggalan menunjukan kebolehannya yang menyuguhkan tarian sufi dan tarian Al- asya mirip dengan tari Perang, penari laki - laki berbekal rotan sebagai senjatanya berputar- putar mengikuti irama musik, sementara penari perempuan dengan pakaian warna orange dilengkapi bandana dan gelang Kaki, serta aneka pernak pernik khas timur tengah tampak lincah menyuguhkan keahliannya, musik khas padang pasir mengiringi liukan penarinya.

Simpan sebagai :

Berita terkait :