Susur Sungai Mahakam Di Kab Kutai Kartanegara

Rabu, 19 Juni 2019

      Begitu banyak wisata yang dapat di kunjungi di Kab Kutai Kartanegara, khususnya di Tenggarong. Berbagai cara dapat dilakukan untuk menikmatinya, seperti yang saat ini sedang popular yaitu melalui dengan menaiki Kapal Wisata sambil menyusuri Sungai Mahakam. Dengan berwisata menggunakan kapal wisata, wisatawan bisa lebih menikmati perjalanan, ada sensasi tersendiri yang bisa dirasakan saat berada di atas kapal dan menikmati suasana sepanjang Sungai Mahakam. Menyinggahi tempat-tempat wisata yang menarik, baik wisata alam, budaya, sejarah, flora fauna dan bahkan petualangannya.


      Perjalanan Kapal Wisata Famtrip Komunitas Wisata hari ini yang telah menyusuri sungai Mahakam dan berkeliling serta mengunjungi Pulau Kumala, berlanjut menuju Desa Lekaq Kidau Kab Kutai Kartanegara. Di desa ini mereka disambut di Lamin Adat dan disuguhi tari tarian khas Dayak Kenyah. Desa Lekaq Kidau kini telah dijadikan sebagai salah satu desa budaya yang ada di Kabupaten Kutai Kartanegara. Morfologi Desa budaya ini berupa dataran pinggiran sungai. Keletakannya terhadap sungai mahakam di sisi sebelah utara sungai. Morfologi wilayah di sebelah timurnya adalah perbukitan.


     Seperti halnya pada komunitas Dayak yang bermukim di Desa Lung Anai, komunitas Dayak yang tinggal di Desa Lekaq Kidau ini juga berasal dari daerah Apo Kayan, sebuah daerah di pedalaman Kalimantan yang kini berbatasan dengan wilayah Malaysia. Mereka merupakan suku Dayak Kenyah yang pindah ke Lekaq Kidau pada sekitar tahun 1987, dengan alasan antara lain agar dapat mempermudah akses mendapatkan pendidikan bagi anak-anak mereka dan untuk lebih mendekati daerah perkotaan agar mereka dapat memperbaiki taraf kehidupan mereka.


     Hal ini karena di tempat asal mereka akses untuk mendapatkan pendidikan dan berbagai sarana transportasi serta komunikasi sangat sulit, yang menyebabkan mereka seperti terisolir dan terpisah dengan masyarakat lainnya. Atas kesepakatan bersama, mereka memilih lahan di Lekaq Kidau sebagai tempat mereka untuk tinggal dan menetap. Daerah tersebut menjadi pilihan mereka dengan alasan selain karena tempat itu masih kosong, juga karena letaknya yang berada di tepi Sungai Mahakam yang memudahkan mereka untuk melakukan berbagai aktivitas seperti di tempat asal mereka. Mayoritas warga desa ini adalah Suku Dayak Kenyah Lepoq Bem. Desa Lekaq Kidau ini baru ditempati sekitar tahun 1998 setelah 87 Kepala Keluarga warga Dayak Kenyah yang mendiami Long Les pindah menuju desa ini. Petani adalah profesi bagi sebagian besar masyarakat desa ini. Tanah di sekitar desa digarap dan dimanfaatkan sebagai lahan bercocok tanam. Pada suatu ketika saat musim panen tiba, masyarakat desa melakukan pesta panen. Sebagian hasil panen disisihkan untuk Mecaq Undat.
Bagaimana Visitor, penasaran? Ayo coba deh alternatif wisata susur Sungai Mahakam yang mengasyikkan ini. Segera kunjungi Tenggarong Kab Kutai Kartanegara.


Simpan sebagai :

Berita terkait :