Tampilan Dayak Modang Dan Meksiko

Selasa, 24 Juli 2018

Pada setiap malamnya selama Erau berlangsung maka ada tampilan kesenian di dua tempat yaitu Panggung Erau Expo yang berada di Stadion Rondong Demang dan Lapangan Basket yang berada di Timbau Tenggarong. Kesenian perwakilan dari Indonesia yang di wakili Flepet Indonesia dan Modang. Membawakan Tarian yang menceritakan tentang perjalanan singkat suku dayak lundayeh sejak dahulu kala suku dayak lundayeh mempunyai kepercayaan tentang upacara – upacara permohonan perlindungan kepada yang paling berkuasa. Suku dayak lundayeh memiliki kebiasaan berpindah – pindah tempat tinggal sampai di daratan cina demi memiliki tempat tinggal yang aman dan nyaman.

Karna ada hal mengenai persaingan sosial disana maka dayak lundayeh pun berpindah – pindah ke daerah borneo dan mereka menetap di hulu sungai borneo untuk membuat ladang sebagai pekerjaan dan sumber makananmereka. Pada saat itu masih ada masa – masa perang karna terjadi perebutan wilayah. Sementara para pria bertarung dan para wanita tetap melakukan aktifitas hingga ada masa mereka mendengar hasil perang bahwa keluarga mereka telah gugur dari masa perang.

Nulung merupakan tarian duka gugurnya para pahlawan. Bertahun – tahun suku lundayeh bersekutu dengan alam dan menunjukkan alam palingberkuasa di dunia, sampai masuknya misionaris yang memperkenalkan sang pencipta yaitu Tuhan sebagai kepercayaan yang benar.
Tampilan dari peserta folklore meksiko yang menceritakan salah satu tempat yang sangat indah di Meksiko adalah Negara Jalisco tanah tempat minuman nasional kami, tequila di produksi dadimana music mariachi berasal. Jalisco memiliki salah satu pakaian tradisional yang paling simbolik di Meksiko, setelan charro, yang di pakai oleh para pria sementara para wanita menggunakan gaun berwarna – warni, penari yang bersemangat, kostum yang rumit dan elegan, music yang ceria, dan gerak kaki yang energik, datang bersama untuk menciptakan selebrasi magis budaya dan tradisi Meksiko.
 

Simpan sebagai :

Berita terkait :