Tari - Tarian Masal Masyarakat Tabang

Minggu, 7 Juli 2019

     Tari – tarian masal ini juga tampil saat perayaan di kecamatan Tabang Kutai Kartanegara, sebagai pembelajaran bagi masyarakat luas tentang kehidupan dari masa ke masa masyarakat Dayak Kenyah. Tari Udip Kaq Selungai menceritakan kehidupan di wilayah selungai sekitar tahun 1902, masyarakat hidup dan berkeluarga di selungai, ini adalah period eke tiga perpindahan suku dayak kenyah lepok tukung dalam sejarah, dinamika kehidupan sosial masyarakat pada masa itu tak jauh berbeda dengan situasi sebelumnya. Meski masih hidup dari alam sekitarnya.

   Di selungai inilah masyarakat Dayak Kenyah mulai mengenal dunia luar khususnya sejumlah bahan pokok tertentu seperti garam, bahan – bahan pakaian untuk kebutuhan hidup sehari – hari. Tetapi untuk mendapatkan barang itu mereka harus berjuang keras menempuh perjalanan yang jauh dan meninggalkan keluarga dalam waktu lama untuk bekerja di kota – kota tertentu Malaysia. Menyadari akan kehidupan yang semakin kompleks maka dirasakan perlunya seorang pemimpin. Maka di di nobatkanlah seorang anak keturunan bangsawan uyau ajang, di bawah kepemimpinanya mulai tercipta kembali persatuan dan kesatuan yang kuat dalam kehidupan Dayak Kenyah Lepok Tukung yang terpelihara sampai sekarang.

     Tari Udip Kaq Jemahang menceritakan kehidupan di Jemahang pada tahun 1922, karna tuntutan hidup akibat makin banyaknya anggota komunitas Dayak Kenyah Lepok Tukung, mereka pindah lagi kesuatu tempat baru yang disebut Jemahang. Di Jemahang ini komunitas Dayak Kenyah makin mengenal dunia luar, utamanya dunia pendidikan selain kebutuhan – kebutuhan pokok tertentu, akibat terbukanya komunitas Dayak Kenyah dengan dunia luar maka anak – anak dari Dayak Kenyah ini sudah mulai mengenal sekolah walupun belum formal. Inilah awal periode pencerahan untuk masyarakat Dayak Kenyah dengan tenaga pendidik berasal dari luar.

Simpan sebagai :

Berita terkait :