Tari Penutup Saat Mecak Undat Tabang

Minggu, 7 Juli 2019

     Udip Keq Sungei Barang ialah tarian yang menceritakan kehidupan di Sungei Barang pada tahun sekitar 1940. Akibat semakin berkurangnya kesuburan alam, dan kian banyaknya komunitas dayak kenyah lainnya. Maka etnis Dayak Kenyah Lepoq Tukung hijrah lagi dari Jemahang ke Sungei Barang sekitar tahun 1940 dan mendeklarasikan diri sebagai bagian dari NKRI dengan ikut merayakan hari kemerdekaan RI tahun 1945. Di sungei Barang inipun mulai masuk agama yang diakui secara resmi oleh bangsa Indonesia yaitu agama Katolik oleh seorang misionaris asal Belanda bernama  Pastor Pandegraft.

    Di Sungai Barang kehidupan sosial masyarakat makin berkembang pemikiran makin terbuka maka lahirlah gasan seta ide untuk berpindah ke kota, sehingga masyarakat Dayak Kenyah mulai mengejar ketertinggalannya dalam segala bidang maka terjadilah eksodus dari daerah terpencil yaitu Apau Kayan Ke Sungai Belayan.

     Udip Kaq Sungei Belayan ialah tarian yang menceritakan Kehidupan di Belayan tempat saat ini yang di tinggali sekitar tahun 1070. Cita – cita dan idealisme masyarakat dayak kenyah lepoq tukung mulai Nampak hasilnya di sungei belayan, singkatnya masyarakat etnis dayak kenyah mulai menikmati sedikit perkembangan dan kemajuan baik dibidang pendidikan, ekonomi,hukum, budaya, dan lainnya.

    Dari sisi pendidikan pun telah menjadi prioritas masyarakat Dayak Kenyah, sehingga para pemuda sudah bersekolah sampai ke jenjang tertinggi seperti Sarjana, dengan harapan dapat mendapatkan kehidupan yang lebih baik kedepannya.

Simpan sebagai :

Berita terkait :