Tari Topeng Wirun Di Festival Kota Raja VIII

Minggu, 14 Juli 2019

     Suasana penonton yang ramai memenuhi halama parkir Stadion Rondong Demang, seketika menjadi tenang ketika pembawa cara membacakan narasi dari cerita yang akan ditampilkan oleh Yayasan Songkoh Piatu. Musik yang dimainkaan saat tampilan tari membuat suasana hening, para penonton dengan seksama memperhatikan setiap tarian ini, Sandra tari ini di persembahkan untuk mempisualkan tari Topeng Wirun agar lebih menarik dan tidak membosankan bagi penonton , diawali baksa persembahan sebagai tari pembuka, yayasan Songkoh Piatu, mempersembahkan Sendra Tari Topeng yang berjudul Topeng Kutai Dalam Cerita Panji.

      Festival Kota Raja VIII dan Tenggarong Fair III ini menjadi ajang yang baik untuk memperkenalkan lagi Tari Topeng ini, serta mempromosikan tarian ini untuk di kenal dan di ketahui oleh peserta Peserta program Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia (BSBI) Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dari 11 negara, yang turut hadir pada malam ini.
Tari Topeng Kutai mengalami kejayaan di masa Pemerintahan Raja Kutai Kertanegara ke XIX Sultan Aji Muhammad Parikesit. Tari ini dihidupkan kembali oleh Yayasan Sangkoh Piatu dimana anggotanya adalah generasi penerus sebelumnya. Tari Topeng yang akan di tampilkan oleh Yayasan Songkoh Piatu kali ini ada kisah Topeng Wirun. Kisah topeng wirun mempunyai kemiripan kisah dengan Panji Asmara Bangun dan Dewi Sekartaji yang menyebar keseluruh nusantara dan Asia Tenggara.

     Berawal dari kisah sekelompok putri keratin yang sedang bermain di taman sari, terganggu oleh kehadiran seorang pangeran yang mempunyai sifat angkara murka. Dengan kelicikan dan sifat angkara murkanya telah menculik salah satu putri yang tak lain adalah istri dari Pangeran Wirun. Pangeran wirun yang sedang tidur dan tengah bermimpi menjadi seorang wanitapun terbangun, ia lalu mencari sang putri disekelilingi istana. Pangeran wirun terus mencari dan mencari, sampai pada akhirnya tanpa disadari pangeran yang telah menculik istrinya tersebut telah menyerangnya dari belakang. Pangeran Wirun pun terjatuh, lalu tersadar bawa ia adalah seorang laki – laki yang istrinya sedang dalam bahaya, sehingga pertempuran pun tak terelakkan.  

Simpan sebagai :

Berita terkait :