Tari Udip Kak Iwan Dan Tari Udip Kaq Metun

Selasa, 7 Mei 2019

      Tarian yang di tampilkan saat pembukaan Upacara Adat Mecaq Undat Tabang, yang menceritakan peradaban masyakat suku dayak kenyah dari masa ke masa. Tari Udip Iwan yang menceritakan Kehidupan di Iwan sekitar tahun 1852. Di sungai Iwan suatu tempat di perbatasan Malaysia – Indonesia saat ini, suku Dayak Kenyah Lepok Tukung mulai hidup secara komunal atau bersama. Inilah sejarah zaman batu suku dayak kenyah. Kehidupan mereka saat itu benar – benar tergantung dari alam. Pakaian, makanan, peralatan kerja dan tempat tinggal diambil dari alam sekitarnya. Pada jaman inipun komunitas etnis Dayak Kenyah Lepok Tukung masih sangat eklusif dan terisolir.

     Mereka belum dikenal dan dikenal oleh dunia luar, kehidupan pada saat ini masih sangat kental dengan adat mengayau ( perang antar suku ).Tari Udip kaq Metun yang menceritakan kehidupan di Metun pada sekitar tahun 1872 Metun adalah period eke dua dalam sejarah perkembangan etnis Dayak Kenyah Lepok Tukung, setelah berdomisili sekian lama di Iwan. Mereka meninggalkan Iwan akibat desakan kebutuhan hidup, tantangan alam sekitarnya dan ancaman dari komunitas etnis Dayak lainnya.

     Itu terjadi karna perang suku dan kebiasaan Mengayau atau mencari tumbal  sebagai bahan sajian yang di persembahkan kepada dewa dewi yang di percayai. Ini adalah bagian dari kehidupan masyarakat dayak kenyah pada masa itu, di Metun masyarakat masih tetap terisolir dan tergantung pada alam sekitarnya, tak jauh berbeda dari kehidupan mereka di Iwan. Di Metun Masyarakat Dayak Kenyah Lepok Tukung sempat mencapai kemakmuran dan kejayaan ( menang dalam peperangan antar suku ) sampai terjadi kesombongan, tatanan kehidupan tidak teratur ( mudip selabu ). Akibatnya kemurkaan alam pun terjadi, masyarakat di serang dengan sebuah wabah penyakit dan kalah dalam perang sampai kehilangan Pemimpin.

Simpan sebagai :

Berita terkait :