Tinjauan Lokasi Pengembangan Kawasan Wisata Kutai Kartanegara

Kamis, 17 September 2020

      Dalam Perda Kab. Kutai Kartanegara No. 19 Tahun 2016 tentang Ripparkab (Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara) Tahun 2016 - 2026, telah mengatur pembangunan kepariwisataan daerah dibagi menjadi 8 kawasan terdiri 4 KSPK (Kawasan Strategis Pariwisata Kabupaten) dan 4 KPPK (Kawasan Pengembangan Pariwisata Kabupaten) yaitu : (1) KSPK Tenggarong-Muara Kaman dan sekitarnya, (2) KSPK Kota Bangun dan sekitarnya, (3) KSPK Samboja dan sekitarnya, (4) KSPK Anggana-Sangasanga dan sekitarnya, (5) KPPK Muara Badak-Marangkayu dan sekitarnya, (6) KPPK Loa Kulu-Loa Janan dan sekitarnya, (7) KPPK Muara Muntai dan sekitarnya, (8) KPPK Kenohan-Kembang Janggut-Tabang dan sekitarnya.

      Di dalam dokumen kebijakan ini juga telah membagi peran bagi pemangku kepentingan kepariwisataan (siapa berbuat apa) dalam mewujudkan cita - cita  pembangunan pariwisata Kukar yaitu mewujudkan visi kepariwisataan Kab. Kukar sebagai destinasi pariwisata sejarah dan alam kelas dunia yg berbudaya dan berkelanjutan untuk kesejahteraan masyarakat. Menindaklanjuti amanat Perda tersebut, pada tahun 2020 ini, dilakukan kajian yg berfokus pada 4 kawasan meliputi 3 KSPK dan 1 KPPK meliputi KSPK Tenggarong-Muara Kaman dan sekitarnya, KSPK Samboja dan sekitarnya, KSPK Anggana - Sanggasanga dan sekitarnya serta KPPK Muara Badak-Marangkayu dan sekitarnya.
Kajian Pengembangan Kawasan Wisata ini akan menjadi acuan yg mengatur pembangunan pariwisata secara rinci di kawasan strategis pariwisata dan kawasan pengembangan pariwisata kabupaten degan diperkuat melalui suatu output kegiatan kajian dalam bentuk sebuah dokumen dan Visualisasi 3D serta Rancangan Peraturan Bupati tentang Rencana Detail Pembangunan Kawasan Strategis Pariwisata dan Kawasan Pengembangan Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara.

      Kajian Pengembangan Kawasan Wisata Kabupaten Kutai Kartanegara diharapkan dapat memberi manfaat bagi kemudahan penanaman modal bidang pariwisata di kawasan strategis/pengembangan. sebagai alat monitoring dan evaluasi pembangunan kepariwisataan, sebagai alat pembinaan dan koordinasi lintas sektoral yg berdasarkan kpd perencanaan partisipatif, serta sebagai basis data dan pengembangan penelitian di kawasan strategis/pengembangan.Pelaksanakan Kajian ini di lakukan selama 6 bulan (Juli-Desember) oleh konsultan dengan para tenaga ahlinya dan pada saat ini baru memasuki tahap pengumpulan data utk mendapatkan gambaran tentang potensi, isu dan permasalahan dg melakukan kegiatan inventarisasi data dan entry data. Pada tahap ini juga dilakukan survei primer (wawancara, penyebaran kuesioner, observasi lapangan,
dokumentasi) dan survei sekunder ke berbagai instansi atau lembaga terkait lainnya, serta diskusi kelompok terfokus atau focus group discussion (FGD) yang dilakukan dengan stakeholder terkait, meliputi asosiasi/  mitra pariwisata, Pemerintah Kecamatan / OPD terkait, dan lainnya.

Simpan sebagai :

Berita terkait :