Tradisi Makan Duduk Bersama Beseprah

Rabu, 11 September 2019

    Tepat berada di depan Keraton ( Museum Mulawaran ), sebagai rangkaian kegiatan perhelatan Pesta Adat Erau  dijalan Diponegoro, Kecamatan Tenggarong Rabu pagi, 11 September 2019. Tua, muda, Kerabat Kerajaan, hingga rakyat biasa berbondong - bondong datang untuk hadir serta menikmati hidangan yang telah disediakan oleh pihak Kesultanan dalam acara Beseprah. Salah satu kegiatan yang di tunggu – tungu oleh masyarakat Kutai Kartanegara, khusunya yang berada di kota Tenggarong, Karna pada hari ini berlangsung pada pagi hari acara Beseprah, Acara beseprah merupakan makan duduk bersama Raja Kutai Sultan Kutai XXI dengan gelar Sultan Adji Muhammad Arifin dengan warganya, dan hadir pula seluruh Pejabat Pemkab Kutai Kartanegara. Baik dari Pihak Kesultanan, Pejabat Pembkab Kutai Kartanegara dan seluruh masyarakat duduk bersila saling berhadap – hadapan untuk menikmati berbagai hidangan tradisional, khususnya makanan khas Kutai disajikan, seperti bongko, sarabai, putu ayu, singkong goreng, kue cincin, tumbi, bingka, nasi kuning dan nasi uduk.

      Dalam tradisi ini, tidak ada batasan sosial antara warga dan pejabat maupun pihak Kesultanan. Mereka makan bersama, menikmati hidangan tanpa membedakan jabatan. Tentu saja ini untuk mengakrabkan dan mendekatkan pejabat dengan rakyatnya. Sejak dulu diselenggarakan sultan yang berkuasa. Sebagai jamuan persembahan bagi rakyatnya. Simbol harapan dan doa yang dari sultan. Agar menjadi pemimpin yang selalu mengayomi. Acara itu juga keinginan sultan untuk membaur merasakan yang dirasakan rakyatnya.

    Pada era modern, momen tersebut jadi ajang makan bersama. Juga bertujuan mempererat silaturahmi. Menghilangkan segala strata sosial. Momen kebersamaan dengan kerabat Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura.


Bupati Kutai Kartanegara yang hadir Drs. Edi Damansyah. M.Si., mengimbau  seluruh masyarakat bersama - sama menyukseskan rangkaian kegiatan Erau 2019. "Mari kita tunjukkan jati diri masyarakat etam yang ramah tamah, penuh sopan santun, serta menjaga adat ketimuran," Beliau menambahkan, sektor pariwisata di Kutai Kartanegara merupakan potensi unggulan pada masa depan. Maka, penting untuk menghadirkan rasa tentram dan aman bagi wisatawan. Pada event seperti inilah kesempatan memberi kesan baik tersebut. Terutama kepada para tamu mancanegara.

Simpan sebagai :

Berita terkait :