Statistik Daya Tarik Wisata

Kabupaten Kutai Kartanegara memiliki beragam daya tarik wisata yang unik dan menarik, baik itu daya tarik wisata alam, budaya, khusus atau buatan maupun event. Jenis data tarik wisata yang paling banyak dimiliki Kabupaten Kutai Kartanegara adalah daya tarik wisata budaya. Kekayaan budaya Kutai Kaetanegara memang tidak terhingga nilainya. Selain sebagai tempat berdiri dan berkembangnya kerajaan Hindu terua di Indonesia, Kutai Kartanegara juga merupakan tempat tinggal berbagai suku dayak yang memiliki budaya yang unik dan bernilai tinggi.

Daya tarik wisata alam yang paling banyak dimiliki Kutai Kartanegara adalah air terjun, sedangkan daya tarik wisata budaya yang paling banyak adalah situs cagar budaya dan arkeologi yang tersebar di Kabupaten Kutai Kartanegara. Potensi daya tarik wisata budaya lainnya yang juga banyak dimiliki adalah kesenian - kesenian tradisional maupun kontemporer yang memperkaya kebudayaan Kutai Kartanegara, belum lagi tradisi, upacara adat di desa budaya, museum, dan even-even lokal, regional, nasional, maupun internasional.

Daya tarik wisata khusus/buatan Kutai Kartaenegara juga tidak kalah menariknya dengan daya tarik wisata alam dan budaya. walaupun jumlahnya sangat sedikit di bandingkan dua jenis daya tarik wisata lainnya, daya tarik wisata khusu/buatan Kabupaten Kutai Kartanegara sudah banyak diketahui oleh wisatawan nusantara, khusunya yang beral dari Kalimantan Timur dan daerah lain di Indonesia. Daya tarik wisata buatan yang sudah banyak di kenal adalah taman Rekreasi Pulau Kumala, Waduk Panji Sukarame, Planetarium dan Lamin Etam Ambors. .

Berdasarkan tingkat perkembangan daya tarik wisata di Kabupaten Kutai Kartanegara, memang sebagian besar belum berkembang. Data yang telah tercatat dalam Direktori Daya Tarik Wisata yaitu 175 objek wisata, dengan rincian sebesar 54.29% atau 95 objek belum berkembang dan sebesar 45.71% atau 80 objek sudah berkembang. Lokasi daya tarik wisata yang belum berkembang relatif jauh dari pusat kota kabupaten dan kecamatan. Selain itu, faktor dukungan infrastruktur yang belum memadai. Pengertian daya tarik wisata yang belum berkembang dalam hal ini adalah tingkat kunjungan wisatawan masih sangat rendah dan belum di kelola dengan baik. Gambaran data di atas, artinya masih banyak potensi daya tarik wisata di kabupaten Kutai Kartanegara yang dapat dikembangkan. .