Statistik Kontribusi Bidang Pariwisata

Data mengenai kontribusi pariwisata terhadap perekonomian daerah merupakan data yang tidak terpisahkan dari Buku Statistik Kepariwisataan tahun 2014 ini. Data ini disajikan untukmemberikan gambaran mengenai peran pariwisata dalam perekonomian daerah, sekaligus memberikan gambaran apakah potensi pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara yang sangat kaya sudah dimanfaatkan secara optimal bagi pertumbuhan ekonomi daerah.

Kontribusi pariwisata terhadap perekonomian daerah yang disajikan pada buku ini antara lain data tahun 2012 - 2014 yang bersumber dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Badan Pusat Statistik Kabupaten Kutai Kartanegara. Kemudian data pajak dan retribusi pendapatan asli daerah di bidang pariwisata untuk tahun 2012 dan 2014 yang bersumber dari Dinas Pendapatan Daerah dan data pajak / retribusi yang dikelola olah Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara.

Kontribusi pariwisata terhadap perekonomian daerah akan diukur dari jumlah Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Kutai Kartanegara yang berasal dari dua sublapangan usaha yang terkait dengan pariwisata, yaitu hotel, dan restoran. Usaha yang paling besar memberikan kontribusi terhadap PDRB dari sektor pariwisata adalah restoran, jika dibandingkan sublapangan usaha hotel.

Kontribusi pariwisata terhadap perekonomian Kabupaten Kutai Kartanegara pada tahun 2012 - 2014 rata-rata masih di bawah 1% dari jumlah PDRB seluruh lapangan usaha, baik jumlah tanpa lapangan usaha pertambangan minyak dan gas bumi (MIGAS), maupun dengan lapangan usaha MIGAS. Peningkatan kontribusi pariwisata terhadap perekonomian daerah setiap tahunnya pada periode 2012 – 2014 rata-rata sebesar 0,01%.

Prosentase kontribusi Pariwisata tampak masih minim bila dibandingkan dengan makin tingginya APBD Kutai Kartanegara yang struktur penerimaannya dari dana bagi hasil migas dengan APBD mencapai angka 5,2 Trilyun. Akan tetapi, peningkatan infrastruktur dan akses keberbagai wilayah mendukung peningkatan jumlah wisatawan. Sebagai contoh dari Nesparda 2013 diketahui bahwa pengeluaran wisatawan telah memberikan dampak terhadap terciptanya output ekonomi Kutai Kartanegara sebesar Rp 171,48 Milyar dari sektor-sektor yang secara langsung berkenaan dengan pengelolaan wisata maupun sektor penunjang lainnya. Disisi lain, diluar sektor-sektor yang diukur tersebut, dampak ekonomi kegiatan wisata dan event juga dirasakan langsung oleh masyarakat melalui penyediaan jasa usaha transportasi, konsumsi, dan souvenir.

Kontribusi pariwisata terhadap perekonomian daerah sangat potensial untuk lebih ditingkatkan dengan potensi pariwisata yang sangat kaya dan beragam. Pengelolaan pariwisata yang lebih profesional dan terpadu dengan sektor lain sangat diperlukan untuk meningkatkan peran pariwisata dalam pembangunan ekonomi Kabupaten Kutai Kartanegara.