Nutuk Beham di Kedang Ipil

Senin, 16 April 2018

       Acara Nutuk Beham telah berlangsung di Desa Kedang Ipil, Kecamatan Kota Bangun. Kegiatan ini pun telah masuk dalm kalender event 2018 Dinas Pariwisata Kab Kutai Kartanegara, hadir pada acara puncak tersebut  Plt Bupati Kutai Kartanegara Edi Damansyah, Kepala Dinas Pariwisata Kab Kutai Kartanegara Dra. Sri Wahyuni, Camat Kota Bangun serta unsur Muspika, para Komunitas Budaya dan Masyarakat Kedang Ipil.
      Nutuk Beham di laksanakan dari tanggal 13 – 15 April. Desa Kedang Ipil yang ada di Kecamatan Kota Bangun, namun tidak banyak yang tahu kalau Kedang Ipil merupakan sebuah desa yang menjadi cikal bakal suku Kutai yang kemudian menyebar kemana-mana. Masyarakat desa Kedang Ipil hidup dari bercocok tanam padi dan sayur mayur serta buah-buahan. Kegiatan bercocok tanam padi pun hanya untuk dikonsumsi sendiri dengan memanfaatkan ladang berpindah dilahan berbukit dengan cara ngasak atau nugal atau yang dikenal dengan cara menabur benih secara langsung tanpa penyemaian dengan waktu cocok tanam pada bulan September sampai dengan bulan November dan dipanen sekitar empat sampai lima bulan kemudian. Desa yang sudah berusia ratusan tahun ini memiliki pesona alam serta adat dan budaya yang tidak kalah menarik dengan daerah lainnya, salah satunya adalah upacara adat Nutuk Beham.


      Nutuk Beham ialah merupakan acara adat dalam rangka merayakan keberhasilan panen, Nutuk Beham di laksanakan 1 kali dalam setahun, yakni saat panen muda ( prapanen / panen awal ) dalm acara ini warga bergotong royong untuk melaksanakan seluruh rangkaian acara mulai dari proses pembuatan tikar dari pandan hutan yang di pergunakan sebagai alas untuk menumbuk baham, lesung untuk menumbuk baham, memotong padi ketan muda untuk baham, merontok padi ketan muda untuk baham, di rendam minimal 1 malam, diangkat lalu ditiriskan, kemudaian di sangrai, lalu didinginkan kemudian di haluskan dengan cara di tumbuk menggunakan alu dan lesung sebanyak 2 tahap, berikutnya akan di buat menjadi kue ketan ( wajik / bongkal baham ). kue ketan akan di bacakan doa terlebih dahulu sebelum disantap bersama oleh semua warga yang hadir dalam acara tersebut. beberapa acara menarik akan disuguhkan kepada pengunjung dianataranya tepong tawar, tari pupur, tari ngasak padi, tari jepen, behempas, dan proses yang luar biasa yaitu Nutuk Beham yang semuanya dilakukan gotong royong tidak berhenti 24 jam selama 3 hari 3 malam.

     Keunikan yang ada pada proses nutuk beham adalah penggunakan lesung yang dibuat dari batang pohon cempedak dan diatur sedemikian rupa diatas panggung. Warga secara bergantian dan berkelompok mulai menumbuk atau menutuk beham dan pada saat alu di tumbukkan, lesung mengeluarkan bunyi khas dan berirama sesuai kekuatan yang menumbukkan alu pada lesung.

Simpan sebagai :

Berita terkait :